SIDOARJO - Seorang ibu berinisial RAW, di Candi, Sidoarjo, Tega menyiram air panas ke anak kandungnya sendiri. Ia menyiramkan air panas berkali-kali. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap ibu ini. Sementara sang anak masih dirawat di rumah sakit karena luka yang dialaminya.
Tersangka ini menyiramkan air panas yang diambil dari dispenser sebanyak dua kali. Belum cukup, ia kemudian memasak air kemudian dalam kondisi mendidih menyiramkan air panas itu ke korban ACR, 3, sebanyak dua kali ke kepala, punggung, hingga wajahnya. Ini dilakukan di rumahnya di Candi, Sidoarjo.
"Tersangka membawa korban ke rumah sakit. Kemudian baru menelepon suaminya," kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Fahmi Amarullah, Senin (17/2).
Ia mengungkapkan, hubungan tersangka dengan suaminya memang sempat renggang. Ini mengakibatkan keduanya harus pisah rumah.
Korban ACR yang masih berusia tiga tahun ini harus tinggal berdua dengan ibunya dan seorang pembantu rumah tangga. "Belum cerai mas. Sudah pindah rumah," ungkapnya.
Saat ditanya, terkait penyiraman air panas ke korban karena masalah keluarga. Pihaknya masih belum bisa menyimpulkan.
Kepolisian masih terus mendalami aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan tersangka ini. "Masih kami dalami motifnya. Katanya emosi melihat anak rewel," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, RAW warga Candi, Sidoarjo, ini menyiramkan air panas yang mengenai kepala, wajah, hingga punggung anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun. Hal ini dilakukan tersangka karena sebelumnya mengetahui korban mengompol di kasur.
Ia menyuruh anaknya mencuci sprei, kemudian melihat anaknya menangis. Emosi, ia menyiramkan air panas dari dispenser. Bak kesetanan, tersangka ini malah memasak air hingga mendidih. Kemudian ia menyiramkan air mendidih ini ke kepala, wajah, dan punggung korban.
Tersangka warga Candi, Sidoarjo, ini menyiramkan air panas keanaknya sebanyak dua kali. Tidak berhenti sampai disitu, kekerasan terus dilakukan tersangka. "Tersangka memukulkan gagang sapu ke kepala korban beberapa kali hingga gagang sapu bengkok," ungkapnya. (gun)
Editor : Guntur Irianto