SIDOARJO - Petugas gabungan di Bandara Internasional Juanda, Sedati, Sidoarjo gagalkan penyelundupan benih lobster dalam dua boks kardus. Benih lobster sebanyak 60.205 ekor tersebut hendak dikirim ke Singapura dengan menumpang pesat Tiger Air dari Surabaya. Petugas berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam penyelundupan ini.
Petugas gabungan yang terdiri dari Lanudal Juanda, KPPBC Juanda, dan PT Angkasa Pura menggagalkan pengiriman Benih Bening lobster sebanyak 60.205 ekor. Petugas menaksir harga benih yang ditemukan di Bandara Internasional Juanda, Sedati, Sidoarjo, ini mencapai Rp 9 milyar.
"Kami temukan dua jenis benih lobster yaitu jenis pasir dan mutiara," kata Kasatgas Satgaspam Bandara Juanda Letkol Laut (P) Dani Widjanarka.
Ia mengungkapkan, puluhan ribu ekor benih bening lobster itu, dibawa salah satu penumpang pesawat RP, 41 tahun asal Semarang. RP berperan sebagai kurir hendak membawa benih lobster itu ke Singapura, menggunakan pesawat Scoot Tiger Air nomor penerbangan TR-263.
RP diketahui membawa dua boks mencurigakan saat proses screening. Petugas Satgaspam bandara bersama Bea Cukai Juanda, kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan 49 bungkus plastik dalam dua boks tersebut. Ternyata plastik-plastik ini berisi benih bening lobster, masing-masing 59.154 ekor jenis pasir, dan dan seribu 51 ekor jenis mutiara.
Petugas melakukan pengembangan dan menangkap dua orang lainnya yaitu, KH, 29, petugas ground handling asal Lamongan, yang bertugas menerima barang, serta AB sebagai sopir pengantar yang berperan dalam pengiriman ke bandara.
"Mereka mendapat upah untuk mengirim lobster ini. Ada yang mendapat Rp 5 juta, Rp 10 juta, dan Rp 15 juta tergantung tugas masing-masing, " terangnya.
Ia memastikan, petugas gabungan Satgaspam Bandara Internasional Juanda, Sedati, Sidoarjo, akan terus menyelidiki dan menggagalkan penyelundupan benih lobster. "Kami akan terus lakukan pemeriksaan pada barang bawaan penumpang pesawat," ungkapnya. (gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar sidoarjo