SIDOARJO - Seorang pria tak dikenal diduga tega merudapaksa Melati (bukan nama sebenarnya), bocah perempuan kelas IV SD. Tak hanya itu, siswi SD asal Kecamatan Sidoarjo tersebut diduga juga sempat diculik.
Informasi yang dihimpun menyebut, warga yang mengetahui hal itu sudah mencari terduga pelaku di kos-kosannya di wilayah Sarirogo, Sidoarjo. Namun, yang bersangkutan sudah tidak ada di tempat.
Kejadian tersebut sudah dilaporkan oleh keluarga korban ke Polresta Sidoarjo untuk ditindaklanjuti. Saat dikonfirmasi Minggu (1/12), Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono membenarkan laporan masuk mengenai kejadian tersebut.
"Benar, korban sudah melapor," ujarnya.
Menurut Novi, kasus tersebut tengah ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo dan dalam penyelidikan lebih lanjut.
Untuk mengungkap kejadian itu, Radar Sidoarjo menuju ke lokasi. Informasi yang didapat dari warga setempat, aksi bejat tersebut terjadi pada Kamis (29/11) sore.
Awalnya, korban yang saat itu sedang les di salah satu rumah guru. Lalu tiba-tiba dijemput oleh pelaku. Pelaku beralasan bahwa dirinya diperintah untuk menjemput korban karena ibu korban sedang sakit di rumah sakit.
"Katanya Kamis sore pas dia les, itu dijemput orang tak dikenal,” kata warga setempat yang enggan disebutkan namanya, MA.
Akan tetapi, menurut pria 46 tahun itu, warga setempat tidak ada yang tahu persis mengenai kejadian tersebut. Tetapi memang di grup-grup WhatApp (WA) warga terdapat share pesan terkait kejadian penculikan dan pencabulan tersebut.
"Kejadiannya itu sore sekitar pukul 16.00 dijemput orang tak dikenal di tempat lesnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, saat itu, korban yang mengendarai sepeda listrik diminta pelaku untuk menitipkan sepedanya sementara di sebuah warkop, kemudian korban dibonceng oleh pelaku.
Korban sempat dibonceng keliling, lalu dibawa ke kos-kosan pelaku di wilayah Sarirogo, Sidoarjo. Di sana pelaku diduga melakukan perbuatan cabul terhadap korban. Oleh pelaku, korban dikembalikan ke warkop sekitar pukul 17.00.
Akhirnya, korban menceritakan kejadian tersebut ke keluarganya. Merespon hal itu, keluarga korban langsung melaporkan ke Polresta Sidoarjo untuk ditindaklanjuti.
"Jumat pagi sempat ke balai desa terus di antar lapor ke polisi," tandasnya.
Rupanya, aksi bejat itu bukan pertama kali terjadi. Melainkan, sudah terjadi dua kali dengan pelaku yang sama. Karena meresahkan, warga sempat berencana menangkap pelaku.
"Sempat disanggong warga tapi tidak ada," tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista