Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Rooling Door dan Etalase Pedagang di Pasar Krian Sidoarjo Digondol Maling

Diky Putra Sansiri • Jumat, 23 Agustus 2024 | 23:51 WIB

 

LUDES : Kondisi Pasar Krian usai terbakar hebat. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
LUDES : Kondisi Pasar Krian usai terbakar hebat. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Pasca kebakaran hebat yang melanda Pasar Krian, viral beberapa barang milik pedagang raib digondol maling. Para pedagang sangat resah atas ulah maling yang semakin nekat.

Informasi yang dihimpun menyebut, sejumlah barang milik pedagang berupa rooling door, lampu, dan etalase kios raib. Padahal, barang-barang tersebut masih akan difungsikan kembali oleh pedagang.

Berdasarkan pantauan Radar Sidoarjo di lokasi, meski terbilang masih siang, terlihat puluhan pencari rongsokan berbondong-bondong keluar masuk area pasar. Mereka membawa karung untuk mengangkut puing-puing yang dipungutinya.

Bahkan, ada yang niat membawa mobil pikap untuk mengangkut puing-puing tersebut. Tak hanya orang dewasa saja, anak-anak kecil juga turut disebar untuk mengumpulkan puing-puing sisa kebakaran.

Hal tersebut diungkapkan oleh pedagang alat jahit, Mamik. Dia mengatakan, sejumlah barang di kiosnya raib digondol maling. Maling menggondol barang miliknya dengan cara dicicil.

"Awalnya yang hilang dicuri maling etalase pas kejadian kebakaran itu. Etalasenya saya taruh di depan kios, saya cari tidak ada," ujarnya.

Menurutnya, ketika insiden kebakaran terjadi, barang-barang dagangan yang berada di kios miliknya dikeluarkan dari dalam kios untuk diselamatkan.

"Beberapa dagangan masih ada yang bisa diselamatkan, kalau untuk etalase memang saya taruh depan kios," ungkapnya.

Ketika api sudah padam, dia mencoba mengecek kiosnya. Setelah dicek, sejumlah tiga etalase miliknya raib. Dia sangat menyayangkan kelakuan maling yang beraksi ketika ada musibah melanda.

"Cek kebacute maling Iki, padahal etalasenya sik isok digawe (sungguh keterlaluan maling ini, padahal etalasenya masih bisa dipakai)," ungkapnya.

Kemudian, dua hari pasca kebakaran, dia mendapati rooling door miliknya juga raib digondol maling. Padahal, posisi rooling door tersebut terkunci dengan rapat.

Akan tetapi dengan berbagai cara, maling masih bisa membobol dan membawanya kabur. Tak hanya rooling door saja, lampu di dalam kios juga tak luput dari incaran maling.

"Ya Allah, sungguh keterlaluan. Ini kemaren (Rabu, red) masih ada. Pas Kamis kesini, sudah hilang rooling doornya, posisi kios terbuka lebar," ungkapnya.

"Saya tanyakan ke tukang rooling door itu, harga jualnya masih Rp 1 juta lebih," urainya.

Kini, pihaknya masih mengemasi barang-barang yang tersisa untuk dibawa pulang. Padahal, setiap hari pihaknya membayar uang keamanan di pasar.

Diketahui, Mamik menyewa tiga kios untuk berjualan. Sedangkan, salah seorang penjual sepatu sendal juga mengeluhkan, bahwa barang dagangan miliknya sudah ludes tak tersisa karena terbakar.

Kini, dia tidak bisa bekerja gegara kios kebakaran dan barangnya lenyap. Sebelumnya, dia juga rutin membayar restribusi keamanan setiap harinya.

"Rutin bayar uang keamanan pasar Rp 3 ribu per kios setiap hari. Kalau satu bulan Rp 70 ribu," tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Viral #Pasar #Maling #Krian #Kebakaran