Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

30 Pengungsi di Rusunawa Puspa Agro Ngamuk, Kanwil Kemenkumham Jatim Agendakan Pertemuan dengan IOM

Diky Putra Sansiri • Minggu, 10 Desember 2023 | 17:29 WIB
SIDAK : Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim Herdaus menyelidiki kasus pengerusakan. (Ist)
SIDAK : Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim Herdaus menyelidiki kasus pengerusakan. (Ist)

SIDOARJO - Kanwil Kemenkumham Jatim menyelidiki atas adanya kejadian pengerusakan fasilitas sarana di Kantor Manajemen Apartemen Sederhana (Aparna) Rusunawa Desa Jemundo.

Aksi pengerusakan tersebut diduga dilakukan 30 pengungsi internasional yang tinggal di rusunawa. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan kasus lebih lanjut dan mengagendakan pertemuan dengan para stakeholder, termasuk dengan International Organization for Migration (IOM).

Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim, Herdaus mengatakan, hal ini untuk mengetahui siapa dan apa motif sesungguhnya dari tindakan pengerusakan di tempat penampungan pengungsi di Puspa Agro.

Menurut Herdaus, pihaknya sedang komunikasi dan berkolaborasi dengan pihak kepolisian, hal itu untuk mendalami kasus pengerusakan sarana dan prasarana di tempat penampungan pengungsi Puspa Agro.

"Sebelumnya terjadi pemadaman listrik oleh PLN sejak Jumat, 8 Desember 2023 pukul 01.30, dikarenakan adanya kebakaran gudang perusahaan marketplace yang lokasinya di sebelah kiri area Pasar Puspa Agro," katanya.

Akibat pemadaman tersebut, siang harinya, para pengungsi melakukan protes kepada pengelola Aparna Puspa Agro, karena dengan adanya listrik padam dianggap mengganggu aktivitas para pengungsi yang ditampung di Aparna Puspa Agro.

"Sehingga pihak pengelola mengupayakan recovery dengan cepat dan tepat yaitu dengan menyewa genset," ungkapnya.

Kemudian, sore harinya, genset tiba di lokasi penampungan Aparna Puspa Agro. Dan selanjutnya petugas melakukan pemasangan dan penginstalasian untuk menghidupkan kebutuhan listrik penampungan.

"Sekitar satu jam setelah genset aktif, ternyata kami menerima informasi dari PLN bahwa aliran listrik telah menyala dan bisa digunakan," jelasnya.

Sehingga, pemasangan dan penginstalasian genset dihentikan dan proses penyambungan kembali menggunakan aliran listrik PLN.

Parahnya, sekitar pukul 19.15, terdapat beberapa pengungsi yang melakukan pengerusakan sarana dan prasarana di Puspa Agro.

"Informasi yang kami terima, ada sekitar 30 orang refugees melakukan perusakan dengan melempari kaca penampungan Aparna Puspa Agro," terangnya.

Pengerusakan tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Para perusak berhenti beraksi setelah aliran listrik di penampungan kembali normal.

Pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, aksi pengerusakan yang terjadi akan menjadi bahan evaluasi pihaknya. "Para pengungsi yang melakukan perusakan lari bersembunyi," imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya telah mengagendakan pertemuan dengan para stakeholder, termasuk dengan International Organization for Migration (IOM) pada Senin, (11/12).

"Kalau melihat kronologisnya, hal ini dapat dikategorikan sebagai sikap atau perilaku pengungsi yang tidak sepantasnya, akan ada evaluasi dan pembinaan sebagai bentuk pertanggungjawaban," pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Rusunawa #pengungsi #pengerusakan #Puspa Agro #Listrik