Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, awalnya salah seorang teman kerja korban, Frendi Prayoga, 39, menghubungi korban. Frendi berniat meminta keramik. Saat itu, korban sempat menjawab agar meminta kepada juragannya.
"Siangnya memang masih bisa dihubungi oleh teman korban. WhastApp terakhir dilihat korban sekitar pukul 13.00," ujar Eko, salah seorang warga sekitar.
Korban juga sempat mengeluh kepada temannya jika sedang pusing. Sekitar pukul 16.00, dua teman korban mendatangi rumah korban. Setibanya di lokasi, rumah korban terlihat tertutup. Saat pintu diketuk, juga tak ada jawaban.
Kedua teman korban pun berusaha masuk ke dalam rumah. Salah seorang teman korban pun terkejut lantaran korban sudah tergantung di pintu kamar dengan seutas tali menyerupai kawat. Sontak saja kejadian tersebut langsung dilaporkan ke warga sekitar.
"Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke perangkat desa setempat dan ke kepolisian," imbuhnya.
Pantauan Radar Sidoarjo di lokasi kejadian, sekitar pukul 18.30 polisi tiba di lokasi kejadian. Selang 15 menit kemudian, mobil ambulans juga tiba. Petugas berpakaian alat pelindung diri (APD) kemudian masuk ke dalam rumah.
Usai menggelar olah TKP dan meminta keterangan saksi, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit. Hasil keterangan pihak keluarga, korban diketahui mengidap penyakit sesak napas dan lambung.
Sehari-harinya, korban hidup dengan anak perempuannya yang masih duduk di bangku SMP Kelas IX. Barang korban juga tidak ada yang hilang. "Tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar salah satu anggota polisi di TKP.
Kapolsek Sidoarjo Kompol I Komang Yuwandi Sastra mengatakan, pihaknya mengamankan seutas tali terbuat dari bahan baja (seling) yang digunakan untuk gantung diri oleh korban. Selain ada pakaian yang dikenakan korban juga diamankan.
"Ada juga kursi plastik warnah merah yang diduga digunakan oleh korban sebagai pijakan saat sebelum bunuh diri," jelasnya. (far/vga)
Editor : Vega Dwi Arista