Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, kepolisian mendatangi gudang rongsokan itu setelah masyarakat mangadu ke Polsek Krian. Warga merasa resah akibat bau tak sedap yang berasal dari gudang itu.
"Warga menganggap hal itu mengganggu dan merusak lingkungan sekitar terutama bagi warga yang terdampak bau menyengat tersebut," kata Kanit Reskrim Polsek Krian, Iptu Sigit, Rabu (3/3).
Gudang rongsokan itu diketahui milik Moch. Kusairi, 46. Setelah dicek, bau itu muncul dari gudang penampungan rongsokan sak bekas pembungkus pakan ternak. Rupanya hal itu akibat kebocoran gudang yang terkena air hujan sehingga menimbulkan bau.
"Jadi gudang itu terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk sehingga bau yang menyengat itu mengganggu tetangga sekitar," ujar Sigit.
Sementara dari keterangan sang pemilik, usaha itu sudah berlangsung sekitar 10 tahun dan baru saat ini menimbulkan bau tak sedap. Sebab banyak atap gudang yang bocor dan rusak sehingga air hujan masuk ke dalam gudang.
Namun begitu, pemilik gudang akan segera memperbaiki kerusakan yang ada. Sehingga tak menimbulkan bau pada saat hujan. Di sisi lain, pemilik gudang juga berencana akan memindahkan gudang ke tempat yang jauh dari pemukiman. "Jadi dalam waktu dekat gudang itu akan dijual oleh pemiliknya," jelasnya. (far/opi) Editor : Nofilawati Anisa