Menurut data dari Kementerian Keuangan, hingga akhir April realisasi pendapatan APBD 2023 baru mencapai 22 persen. Yakni sebesar Rp 1 triliun dari target Rp 4,7 triliun. Sedangkan serapan anggaran belanja baru mencapai 16 persen. Baru terserap Rp 871 miliar dari anggaran Rp 5,2 triliun.
Anggota banggar DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan, dalam waktu dekat akan dilaksanakan evaluasi terkait serapan dan realisasi anggaran tersebut. “Kami duduk bersama, jika ada yang terkendala biar segera dicarikan solusinya bersama,” ujarnya.
Menurut dia, memasuki triwulan kedua, seharusnya pemkab bisa ngebut. Sebab proyek-proyek sudah selesai lelang dan bisa segera dikerjakan pembangunan fisiknya. Sebab target pada triwulan kedua adalah bisa tercapai 50 persen.
Politikus PAN tersebut mengatakan, realisasinya harus disesuaikan dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Sebab di dalamnya sudah disusun rencana aksi dan kinerja. Tinggal dilaksanakan saja, sesuai anggaran dari bulan ke bulan.
Dengan begitu, proses serapan akan terukur. Misalnya, pada triwulan satu minimal sudah 25 persen. Lalu triwulan kedua sudah 50 persen dan triwulan ke-tiga 75. Sedangkan, untuk sisanya bisa diselesaikan pada triwulan empat. “Jika bisa terlaksana seperti itu, akan lebih ringan dan tidak menumpuk di akhir tahun,” pungkasnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista