RADAR SIDOARJO - Proyek lanjutan Frontage Road (FR) di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, terus berjalan. Bangunan rumah dinas milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang selama ini menjadi kendala pembangunan mulai dibongkar.
Alat berat telah dikerahkan untuk merobohkan bangunan, termasuk bengkel yang berada di jalur pengembangan jalan tersebut.
Pembongkaran ini menjadi langkah percepatan untuk menuntaskan pembangunan frontage road yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sidoarjo.
Pemkab Sidoarjo menargetkan pekerjaan di sejumlah titik bisa diselesaikan secara bertahap, meski masih terdapat persoalan pembebasan lahan di kawasan Waru.
Bupati Sidoarjo Subandi meninjau langsung proses pembongkaran rumah dinas milik PT KAI di lanjutan frontage road kawasan Buduran, Kamis (15/10) pagi. Dia menyebut, persoalan yang berulang kali dibahas bersama pihak KAI, terutama terkait keberadaan bengkel, kini telah menemukan titik terang.
"Alhamdulillah, hari ini kita terus menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai. Mulai dari Waru sampai Sidoarjo, harapan kita pembangunan frontage bisa tuntas tahun ini," ujar Subandi.
Menurut dia, penataan kawasan frontage road tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pembangunan jalan, tetapi juga memperhatikan estetika dan kelancaran lalu lintas.
Karena itu, bangunan yang berdekatan dengan jalan utama perlu ditata agar tidak mengganggu fungsi maupun tampilan kawasan.
Subandi menjelaskan, sisi timur yang merupakan lahan milik KAI nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti kios, selama tidak mengganggu frontage road di Jalan Raya Buduran.
"Karena sekarang sudah ada alternatif jalan melalui frontage, sisi timur bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Yang penting, penataannya bagus dan tidak mengganggu jalan utama," jelasnya.
Dia juga meminta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor, pengawas proyek, pemerintah desa hingga Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA), untuk mengawal pekerjaan secara maksimal.
Bangunan yang masih mengganggu pelaksanaan proyek harus segera dipindahkan atau dibongkar agar pengerjaan tidak terhambat.
Terkait persimpangan dan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kereta api di kawasan tersebut, Subandi memastikan perencanaannya telah masuk dalam Detail Engineering Design (DED).
Dengan begitu, pembangunan frontage road diharapkan tidak mengganggu penataan jalur perlintasan kereta api. Subandi optimistis seluruh jalur frontage road dari Waru hingga Buduran dapat tersambung setelah persoalan yang tersisa diselesaikan.
Pemkab Sidoarjo berharap percepatan pengerjaan di Buduran menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan konektivitas jalan yang lebih baik sekaligus mengurangi hambatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo Muhammad Makhmud menyampaikan bahwa kendala dengan KAI, termasuk keberadaan bengkel, telah diselesaikan. Saat ini, pembongkaran dilakukan agar pembangunan jalan dapat segera dilanjutkan.
"Alhamdulillah, kemarin sudah kami selesaikan semuanya, termasuk dengan KAI dan bengkel. Sekarang dilakukan pembongkaran. Insya Allah dalam satu hingga dua hari, bengkel ini sudah selesai dibongkar sehingga bisa segera ditindaklanjuti dengan pembangunan tahun ini," kata Makhmud.
Meski demikian, penyelesaian seluruh jalur frontage road masih menghadapi pekerjaan rumah di Kecamatan Waru. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo