Wabup Mimik Geram Sidak Pasar Taman Sidoarjo, Kualitas Cor dan Drainase Disorot

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:22 WIB
KUALITAS DIPERIKSA: Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana melakukan sidak proyek revitalisasi Pasar Taman, Kecamatan Taman, Selasa (13/10), menyusul temuan pekerjaan yang dinilai belum rapi. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
KUALITAS DIPERIKSA: Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana melakukan sidak proyek revitalisasi Pasar Taman, Kecamatan Taman, Selasa (13/10), menyusul temuan pekerjaan yang dinilai belum rapi. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana geram saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek revitalisasi Pasar Taman, Kecamatan Taman, Selasa (13/10).

Sejumlah pekerjaan ditemukan belum rapi dan diduga tidak sesuai spesifikasi, mulai dari pengecoran lapak pedagang hingga pemasangan paving dan saluran drainase.

Baca Juga: Wabup Mimik Salurkan Bantuan Beras untuk 1.239 Warga di Tulangan dan Krembung Sidoarjo

Selain persoalan kualitas pekerjaan, progres revitalisasi pasar tersebut juga tertinggal dari target. Capaian pengerjaan baru mencapai 58 persen atau terpaut 17 persen dari target yang seharusnya. Mimik meminta kontraktor menambah tenaga kerja dan menerapkan sistem lembur agar penyelesaian proyek bisa dipercepat.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Usul KDMP Beroperasi 24 Jam

Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah hasil pengecoran lapak pedagang daging dan ayam. Saat sidak, sejumlah bagian cor terlihat belum mengering, meski pekerjaan disebut baru dilakukan pada Senin (12/10) malam sekitar pukul 21.00.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa campuran material yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi. Komposisi pasir dan semen pada pengecoran dinilai perlu diperiksa untuk memastikan kekuatan lapak.

Baca Juga: Proyek Jalan Kedungbanteng Baru 16 Persen, Wabup Sidoarjo Minta Kontraktor Tambah Pekerja

Mimik meminta temuan tersebut segera ditindaklanjuti, termasuk melalui pemeriksaan Inspektorat.

“Lapak-lapak ini harus segera ditindaklanjuti. Saya tadi kebetulan didampingi Inspektorat. Biar segera Inspektorat nanti yang menindaklanjuti,” tegas Mimik saat sidak.

Baca Juga: Layanan Pajak Satu Pintu Sambangi Perusahaan Tambaksawah, Ditinjau Wabup Sidoarjo

Selain pengecoran, Mimik menyoroti pemasangan paving yang dinilai kurang presisi. Sejumlah bagian terlihat renggang dan susunannya tidak rapat sehingga hasil pengerjaan terkesan kurang rapi.

Persoalan drainase juga menjadi perhatian. Mimik menemukan sejumlah saluran air baru yang tidak tersambung dengan saluran lama. Bahkan, pada bagian jalan yang ditinggikan menggunakan paving, tidak tersedia saluran air di sisi kanan maupun kiri.

Baca Juga: Disidak Wabup, Progres RSUD Sedati Sidoarjo Lampaui Target, Capai 25 Persen

Padahal, posisi jalan tersebut lebih tinggi daripada lapak pasar. Kondisi ini dikhawatirkan membuat air hujan mengalir ke area lapak dan memicu genangan apabila tidak segera dibenahi.

Baca Juga: Wabup Mimik Tak Ingin Proyek Rumah Pompa Lippo Sidoarjo Asal Jadi, Minta Kualitas Material Bagus

“Saluran air ada beberapa yang tidak nyambung dengan saluran lama. Ini supaya dicarikan solusinya,” ujar Mimik.

Temuan tersebut sejalan dengan keluhan pedagang yang berharap revitalisasi dapat mengatasi persoalan banjir yang selama ini mengganggu aktivitas jual beli.

Salah seorang pedagang kelapa parut mengatakan, kawasan pasar sejak lama tidak memiliki saluran air yang memadai. Akibatnya, genangan kerap terjadi setiap kali hujan turun.

“Sejak dari dulu di sini tidak ada saluran air. Kalau hujan ya mesti banjir. Kondisinya tidak karuan. Kami harap kalau musim hujan tidak banjir lagi. Karena otomatis kalau banjir jumlah pembeli juga berkurang,” keluhnya.

Keluhan lain disampaikan pedagang daging yang mempertanyakan kualitas pengecoran lapak. Ia khawatir komposisi material yang dinilai lebih banyak pasir daripada semen membuat lapak tidak cukup kuat untuk digunakan dalam jangka panjang.

“Di sini bedaknya kemarin itu cor-corannya banyak dicampuri pasir. Kekuatannya pasti tidak lama. Jadi banyak pasirnya daripada semennya. Bu Wabup bisa lihat sendiri,” ungkapnya.

Pedagang tersebut juga menyoroti pengawasan proyek yang dinilai belum optimal. Menurut dia, pengawas jarang terlihat memeriksa pekerjaan di lapangan sehingga sejumlah bagian terkesan tidak terurus.

Kekhawatiran pedagang bertambah karena lapak lama yang seharusnya dibongkar disebut hanya dilanjutkan melalui proses revitalisasi, bukan dibangun ulang sepenuhnya.

Saat dikonfirmasi mengenai pengecoran yang belum mengering, mandor proyek menyebut pekerjaan tersebut baru dilakukan pada Senin (12/10) malam. Meski demikian, Mimik meminta kualitas hasil pekerjaan tetap diperiksa agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, keterlambatan pengerjaan menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Penambahan tenaga kerja dan jam kerja diharapkan mampu mengejar ketertinggalan progres.

Revitalisasi Pasar Taman diharapkan tidak hanya memperbarui tampilan fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang layak, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Pembenahan kualitas konstruksi dan drainase menjadi penting agar persoalan yang selama ini dikeluhkan pedagang tidak kembali terulang setelah proyek selesai. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Taman Pasar Drainase Wabup Mimik Idayana