Bupati Sidoarjo Subandi Minta Pengerjaan Jembatan Candinegoro Dilakukan Dua Shift

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:17 WIB
KURANG CEPAT: Progres pembangunan Jembatan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo masih mengalami deviasi 9 persen. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
KURANG CEPAT: Progres pembangunan Jembatan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo masih mengalami deviasi 9 persen. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Pembangunan Jembatan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, berpacu dengan waktu. Masa pengerjaan proyek yang dimulai sejak Juli tersebut kini tersisa sekitar dua setengah bulan. Namun, progres pembangunan masih mengalami deviasi 9 persen.

Kondisi tersebut membuat Bupati Sidoarjo Subandi meminta kontraktor mempercepat pekerjaan dengan menerapkan sistem dua shift. Langkah itu dinilai diperlukan untuk mengejar ketertinggalan progres dan memastikan proyek rampung sesuai target.

Baca Juga: Kecelakaan Tunggal di Jembatan Arteri Porong Sidoarjo, Pemotor Tewas

Permintaan tersebut disampaikan Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Jembatan Candinegoro di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Selasa (6/10).

Dalam sidak tersebut, Subandi mendapat laporan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengenai progres pekerjaan yang mengalami deviasi 9 persen. Padahal, proyek tersebut ditargetkan selesai pada 16 Desember 2026.

Baca Juga: Berkonsep Modern, Pasar Baru Wadungasri Sidoarjo Akan Terhubung Jembatan Pasar Lama

“Masih ada waktu sekitar dua setengah bulan. Untuk mengejar deviasi 9 persen, minimal harus dilakukan dua shift,” kata Subandi.

Menurut Subandi, dari sisi material, kebutuhan pembangunan jembatan telah terpenuhi. Karena itu, keterlambatan progres harus segera diatasi melalui percepatan pekerjaan di lapangan.

Baca Juga: Rusak Parah, Jembatan Tarik Kidul Penghubung Sidoarjo-Mojokerto Dibangun Ulang 2027

Ia juga menyoroti adanya kendala kondisi air yang menjadi salah satu faktor penyebab deviasi. Menurutnya, kendala tersebut semestinya telah diperhitungkan sejak tahap perencanaan proyek.

“Kalau pekerjaan ini sudah direncanakan, kendala seperti itu seharusnya sudah diperhitungkan,” ujarnya.

Baca Juga: Pembatas Jembatan Wadungasih Buduran Rusak Parah, Wabup Sidoarjo Minta Segera Diperbaiki

Untuk memastikan target penyelesaian tercapai, Subandi meminta PPK dan konsultan pengawas meningkatkan pengawasan secara rutin. Koordinasi antara PPK, konsultan pengawas, dan kontraktor juga harus dilakukan secara intensif, terutama ketika ditemukan deviasi dalam pelaksanaan pekerjaan.

Baca Juga: Aspal Proyek Jembatan Jalan Raya Trosobo Taman Sidoarjo Kembali Rusak

“Kalau ada kekurangan segera ditindaklanjuti. Kalau deviasi, panggil di kantor dan koordinasikan apa kekurangannya. Jangan sampai pelaksanaan terlambat,” tegasnya.

Subandi menekankan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas konstruksi. Menurutnya, kontraktor harus mampu mengejar ketertinggalan tanpa mengurangi standar kualitas pekerjaan.

Ia optimistis pembangunan Jembatan Candinegoro dapat selesai sesuai jadwal apabila percepatan segera dilakukan.

“Kalau deviasinya terpenuhi, saya yakin kegiatan akan selesai tepat waktu. Kualitas pengerjaannya juga harus bagus,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Subandi Wonoayu Jembatan pengerjaan Bupati