Pengerjaan Proyek Betonisasi Krian Sidoarjo Lambat, Subandi Minta Dikebut

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:31 WIB
PERCEPATAN: Bupati Sidoarjo Subandi sidak proyek betonisasi Jalan Kebonagung-Tambak Kemerakan, Krian, Selasa (6/10). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
PERCEPATAN: Bupati Sidoarjo Subandi sidak proyek betonisasi Jalan Kebonagung-Tambak Kemerakan, Krian, Selasa (6/10). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi memberi perhatian serius terhadap progres betonisasi Jalan Kebonagung-Tambak Kemerakan, ruas Kebonagung-Kemasan, Kecamatan Krian. Proyek senilai Rp 18,2 miliar tersebut masih mengalami deviasi atau keterlambatan progres sekitar 9 persen.

Kondisi itu menjadi perhatian Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek, Selasa (6/10) siang. Ia meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo lebih ketat mengawasi pekerjaan dan segera mengejar ketertinggalan.

Baca Juga: Proyek Jalan Kedungbanteng Baru 16 Persen, Wabup Sidoarjo Minta Kontraktor Tambah Pekerja

Proyek peningkatan jalan tersebut memiliki panjang sekitar 1,05 kilometer dengan lebar enam meter. Menurut Subandi, keterlambatan progres sebelumnya dipengaruhi kendala tiang utilitas, terutama jaringan tegangan tinggi milik PLN.

“Kalau sudah kontrak, PPK harus terus melakukan pengawasan. Kenapa deviasinya, persoalannya apa? Apakah tenaga kerja atau material?” tegas Subandi saat sidak.

Baca Juga: Wabup Mimik Tak Ingin Proyek Rumah Pompa Lippo Sidoarjo Asal Jadi, Minta Kualitas Material Bagus

Ia menilai deviasi 9 persen harus segera dikejar karena pekerjaan telah memasuki Oktober. Subandi tidak ingin keterlambatan tersebut berdampak pada target penyelesaian proyek.

Menurut dia, kendala jaringan PLN kini mulai ditangani. Tiang yang sebelumnya menghambat pekerjaan telah dibongkar sehingga proses betonisasi dapat kembali berjalan.

Baca Juga: Pengerjaan Proyek Pasar Taman Sidoarjo Lemot, Wabup Mimik Ancam Putus Kontrak

“Malam ini sudah mulai pemasangan betonisasi. Kalau ini sudah dijalankan, nanti kita hitung kembali deviasinya,” ujarnya.

Subandi juga meminta PPK melakukan pemantauan progres secara rutin. Jika ditemukan deviasi, kontraktor harus segera dipanggil untuk mengetahui penyebab sekaligus menentukan langkah penyelesaiannya.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Temukan Deviasi 4 Persen saat Sidak Proyek Betonisasi Jalan Tambak Cemandi 

“Kalau ada deviasi, tiap minggu kita panggil. Deviasinya apa, persoalannya apa, apakah material atau pekerjanya,” katanya.

Dalam sidak tersebut, Subandi turut mengecek material dan pembesian yang digunakan. Berdasarkan penjelasan di lapangan, pembesian menggunakan besi ulir berdiameter 16 milimeter. Sementara mutu beton yang digunakan adalah FC 30 atau setara K-350.

Subandi menegaskan seluruh pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak. Pengawasan juga harus dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika muncul persoalan.

“Yang penting PPK rewel. Kalau ada deviasi, komunikasikan. Insyaallah selesai, tinggal komunikasi saja. Kuncinya di PPK,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Muhammad Makhmud membenarkan kendala utama pekerjaan sebelumnya berkaitan dengan jaringan tegangan tinggi PLN.

“Contohnya ini sebenarnya on progress, cuma kemarin harus koordinasi dengan tegangan tinggi PLN untuk dipindah. Ini yang menjadi hambatan,” jelas Makhmud.

Menurut dia, jaringan yang menghambat pekerjaan kini telah dibongkar. Dengan demikian, proses betonisasi dapat kembali dipacu untuk mengejar deviasi 9 persen.

“Sudah dibongkar. Mulai ini sudah dibongkar. Hanya kendalanya itu,” tegasnya.

Makhmud optimistis keterlambatan masih dapat dikejar. Apalagi, pekerjaan tersebut memiliki target penyelesaian pada 16 Desember 2026.

Proyek peningkatan Jalan Kebonagung-Tambak Kemerakan, ruas Kebonagung-Kemasan, itu dibiayai APBD Kabupaten Sidoarjo dengan nilai kontrak Rp 18,2 miliar. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Subandi Krian Betonisasi Bupati Proyek