Antisipasi Banjir, Pemkab Sidoarjo Tata Sungai Karangbong

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 14:29 WIB
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mulai mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan dengan menyiapkan penataan aliran sungai dan sempadan sungai di Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan.

Kawasan tersebut dinilai perlu ditata agar fungsi saluran air kembali optimal dan risiko genangan dapat ditekan.

SUNBaca Juga: Bau Menyengat di Sungai Reformasi Tambaksawah Sidoarjo, Diduga Tercemar Limbah

Namun, rencana penataan itu masih dalam tahap awal. Sebab, sungai di kawasan tersebut berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pemkab Sidoarjo akan berkoordinasi terlebih dahulu untuk memastikan rencana penanganan sesuai ketentuan dan mendapat persetujuan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud mengatakan, pihaknya akan mengundang BBWS untuk membahas kondisi sungai sekaligus menindaklanjuti permintaan warga terkait penataan kawasan tersebut.

Baca Juga: Pelajar 14 Tahun Tenggelam di Sungai Balongbendo Sidoarjo, Sempat Teriak Minta Tolong

“Ini kan wilayahnya BBWS. Kami undang dulu BBWS, bagaimana izinnya, boleh atau tidak. Nanti tinggal teknisnya, apakah mau diplengseng atau bagaimana,” kata Makhmud, Minggu (4/10).

Menurut dia, Pemkab Sidoarjo tidak ingin terburu-buru menentukan bentuk konstruksi sebelum kajian dilakukan. Perencanaan akan disusun setelah koordinasi dengan BBWS dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Baca Juga: Enam Alat Berat Dikerahkan di Tanggulangin dan Candi Sidoarjo, Percepat Normalisasi Sungai

“Nanti kami yang melakukan perencanaan dulu, termasuk kajiannya. Karena sungainya merupakan kewenangan BBWS, kami akan berkoordinasi dengan mereka. Setelah itu, kami juga berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menyusun perencanaannya,” jelasnya.

Makhmud menyebut pembangunan box culvert atau saluran tertutup berbentuk kotak belum menjadi pilihan utama. Selain membutuhkan biaya besar, penataan dinilai masih bisa dilakukan dengan mempertahankan fungsi sungai tanpa harus menutup alirannya menggunakan konstruksi tersebut.

Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Bocok Tarik Sidoarjo

“Kalau box culvert, sepertinya tidak. Biasanya biayanya mahal. Saya yakin fungsi sungai ini bisa ditangani dengan baik tanpa menggunakan box culvert,” ujarnya.

Selain menata sungai dan sempadannya, Pemkab Sidoarjo juga akan berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi. Koordinasi diperlukan untuk membahas kebutuhan ruang apabila penataan nantinya mencakup pelebaran saluran.

Makhmud mengatakan, keterlibatan pihak perusahaan diperlukan agar kebutuhan lahan dan bentuk konstruksi dapat direncanakan dengan baik. Namun, keputusan mengenai teknis pembangunan baru akan ditentukan setelah kajian dan perencanaan selesai.

Sebagai informasi, terdapat sekitar 10 perusahaan besar yang beroperasi di Desa Karangbong. Aktivitas perusahaan tersebut turut membuat jalan desa setiap hari dilalui kendaraan berat dan truk bertonase besar.

Karena itu, penataan sungai, sempadan, saluran tersier, hingga perencanaan jalan dinilai perlu dilakukan secara terpadu. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air, mengurangi potensi genangan, serta meminimalkan risiko banjir di kawasan Karangbong ketika hujan dengan intensitas tinggi melanda. (dik)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
anstisipasi pemkab Sungai Banjir Desa