Opini ditulis oleh : Ns. Dina Hiedana, S. Kep, Wakil Direktur Umum RSU Anwar Medika, Mahasiswi Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga
RADAR SIDOARJO - Tahun 2024 saya mulai memimpin langsung tim marketing RSU Anwar Medika. Saat itu, tim marketing terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu humas, sales, dan digital marketing.
Saya memang menyukai dunia marketing. Namun, khusus digital marketing, bagi saya bidang ini merupakan sesuatu yang sangat menantang sekaligus menarik. Selain karena perkembangan digital yang sangat dinamis, saya juga memiliki hobi membuat konten untuk media sosial pribadi.
Karena itu, saya melihat ada peluang besar untuk mengembangkan digital marketing RSU Anwar Medika secara lebih serius dan strategis.
Saya kemudian membentuk the whole team, dengan pemahaman bahwa tim digital marketing tidak hanya bertugas sebagai admin media sosial. Pada pertengahan tahun 2024, kami membentuk Tim Digital Marketing yang benar-benar fokus menangani aktivitas digital rumah sakit, termasuk memberikan respons selama 24 jam terhadap berbagai pertanyaan, masukan, maupun kebutuhan pasien yang disampaikan melalui media sosial.
Membangun Strategi Digital Marketing
Langkah berikutnya adalah menyusun strategi digital marketing yang mulai kami terapkan di RSU Anwar Medika.
Strategi pertama yang kami lakukan adalah membangun awareness dan meningkatkan eksistensi RSU Anwar Medika melalui media sosial.
Kami meningkatkan produksi konten promosi dan edukasi yang tetap dikemas secara menarik dan menghibur melalui Instagram dan Facebook, sekaligus membuat akun TikTok resmi RSU Anwar Medika.
Bagi saya dan tim, konten marketing harus memiliki nilai. Content marketing merupakan strategi untuk membuat dan mendistribusikan konten yang valuable, relevant, dan consistent kepada target audience yang jelas, dengan tujuan mendorong tindakan yang memberikan dampak bagi bisnis, termasuk mendorong masyarakat untuk memilih RSU Anwar Medika sebagai tempat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Jenis konten pun sangat beragam, mulai dari flyer, artikel atau website, berita, video, testimonial, infografis, gambar, podcast, dan berbagai bentuk konten lainnya. Namun, ada satu prinsip yang selalu saya pegang: “Content helps achieve business objectives, not content objectives.”
Artinya, konten tidak boleh hanya dibuat demi mendapatkan likes, views, atau followers. Digital marketing rumah sakit tidak boleh hanya berorientasi pada vanity metrics. Setiap konten harus dirancang secara strategis agar memberikan kontribusi terhadap tujuan bisnis rumah sakit.
Dari Membuat Konten Menjadi Strategi
Setelah saya mendapatkan pembelajaran mengenai manajemen pemasaran strategis di Magister Manajemen FEB UNAIR, saya semakin memahami bahwa setiap konten harus memiliki tujuan yang jelas.
Konten harus diarahkan melalui tahapan: Awareness → Change Perception → Engagement → Transaction → Retention
Dengan demikian, membuat konten bukanlah pekerjaan yang sederhana. Dibutuhkan tim, strategi, koordinasi, dan perencanaan yang matang.
Salah satu hal penting yang kami lakukan adalah membuat content calendar. Di dalamnya terdapat perencanaan harian yang mencakup: Tanggal publikasi, media atau channel yang digunakan, content creator, desain grafis, target sasaran, judul atau headline konten, synopsis, materi edukasi dan promosi dan persetujuan dari tim medis atau unit layanan terkait.
Dengan perencanaan tersebut, setiap konten yang diproduksi tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi marketing yang lebih besar.
Dan yang paling penting dari keseluruhan proses ini adalah bagaimana kami mengubah aktivitas “sekadar membuat konten” menjadi strategi untuk mendapatkan dan mempertahankan pasien-pasien tercinta kami.
Sebagai sedikit sharing pengalaman dalam menjalankan strategi pemasaran di era digital, ada satu pesan yang ingin saya sampaikan: Jangan hanya membuat konten untuk mendapatkan likes.
Buatlah konten yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan brand image, membangun persepsi dan kepercayaan pasien, serta memperkuat pengalaman pasien.
Karena pada akhirnya, tujuan digital marketing bukan hanya tentang seberapa banyak orang yang melihat konten kita, tetapi bagaimana konten tersebut mampu menciptakan hubungan, kepercayaan, pengalaman positif, dan pada akhirnya mempertahankan loyalitas pasien. Semangat pagi dan salam sukses untuk semuanya!
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo