Jelang Musim Hujan, 8 Sungai di Candi-Tanggulangin Sidoarjo Dikebut Normalisasi

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:47 WIB
ANTISIPASI: Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat mengecek normalisasi sungai di Tanggulangin dan Candi.
ANTISIPASI: Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat mengecek normalisasi sungai di Tanggulangin dan Candi.

RADAR SIDOARJO - Musim hujan belum tiba, namun Pemkab Sidoarjo sudah ancang-ancang menghadapi ancaman banjir. Sejumlah sungai dan saluran air yang mengalami pendangkalan langsung disasar untuk dinormalisasi.

Delapan titik di Kecamatan Candi dan Tanggulangin menjadi sasaran pengerukan menggunakan alat berat.

Baca Juga: Wabup Mimik Tak Ingin Proyek Rumah Pompa Lippo Sidoarjo Asal Jadi, Minta Kualitas Material Bagus

Upaya tersebut dilakukan Satgas Alat Berat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo. Senin (21/9), dua alat berat ekskavator dikerahkan untuk mengeruk saluran sekunder Kedunguling di Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi.

Normalisasi saluran sekunder Kedunguling dilakukan sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Pengerukan dilakukan untuk mengembalikan kapasitas saluran dalam menampung dan mengalirkan air, sekaligus mengantisipasi luapan saat curah hujan tinggi.

Baca Juga: Pengerjaan Proyek Pasar Taman Sidoarjo Lemot, Wabup Mimik Ancam Putus Kontrak

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan, normalisasi sungai menjadi salah satu fokus Pemkab Sidoarjo menjelang musim penghujan. Terlebih, sejumlah sungai mengalami pendangkalan dan berada di wilayah yang selama ini rawan terdampak banjir.

"Saya ada di Kecamatan Candi, Desa Durungbanjar. Sungai di desa ini memang terjadi pendangkalan. Hari ini kita keruk, kita normalisasi," ujarnya.

Baca Juga: Alvaro Fernanda dan Shinta Cantika Bikin Gebyar UMKM Sidoarjo Makin Semarak, Wabup Mimik Ikut Tepuk

Menurut Mimik, pendangkalan membuat daya tampung sungai berkurang. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air meluap ketika debit meningkat akibat hujan deras.

Karena itu, dia memastikan pengerjaan normalisasi tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan pengerukan berjalan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Pastikan Rehab SDN Kupang 4 Jabon, Siswa Mulai Terima MBG Akhir Juli

"Menghadapi musim hujan ini saya akan selalu sidak. Mengawasi langsung sungai-sungai di Kabupaten Sidoarjo," tegasnya.

Mimik berharap normalisasi dilakukan secara maksimal sehingga dapat membantu mengurangi potensi banjir di sejumlah wilayah Sidoarjo. "Saya ingin pengerjaan normalisasi sungai dilakukan dengan baik sebagai upaya menanggulangi banjir," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUBMSDA Sidoarjo Suprayitno mengatakan, pengerahan alat berat dilakukan secara terjadwal. Setelah menyasar saluran sekunder Kedunguling, alat berat akan bergerak ke sejumlah titik lain di Kecamatan Candi dan Tanggulangin.

Di Kecamatan Candi, normalisasi dilakukan di saluran Afvour Kedunguling Desa Kedungpeluk, saluran Afvour Link II Desa Kedungkendo, serta saluran Afvour Link III Desa Klurak.

Sedangkan di Kecamatan Tanggulangin, pengerukan menyasar saluran Gedangrowo Desa Kedungbanteng, saluran sekunder Gedangrowo Desa Kalidawir, saluran sekunder Gedangrowo Desa Ngaban, dan Afvour Ketapang Desa Ketapang.

"Alat berat lainnya akan terjun ke titik-titik lain di Kecamatan Candi dan Tanggulangin," kata Suprayitno.

Dengan pengerahan alat berat secara bertahap tersebut, Pemkab Sidoarjo menargetkan titik-titik saluran yang mengalami pendangkalan dapat segera ditangani sebelum intensitas hujan meningkat. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Sungai Wabup Saluran Normalisasi Mimik Idayana