RADAR SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo mendorong penggunaan bahan bakar alternatif bagi pengusaha tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian. Salah satu langkah yang diusulkan adalah pemasangan sekitar 500 sambungan jaringan gas bumi (jargas) di sentra industri tahu tersebut.
Usulan itu disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi sebagai upaya menyediakan bahan bakar yang dinilai lebih aman, ekonomis, dan ramah lingkungan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Baca Juga: 122 Bidang Lahan Flyover Gedangan Sidoarjo Mulai Diukur, Pembangunan Fisik Tahun Depan
Subandi mengatakan, kebutuhan jargas menjadi perhatian karena sebagian besar warga di kawasan tersebut menggantungkan mata pencaharian sebagai pengusaha tahu.
"Di Tropodo, Krian, ada satu desa yang merupakan sentra industri tahu. Kami sudah mengusulkan kurang lebih sekitar 500 sambungan jargas, karena satu kampung tersebut mayoritas adalah pengusaha tahu," kata Subandi, Minggu (20/9).
Baca Juga: Gagal Menyalip, Pelajar 15 Tahun Tewas Terlindas Truk Pompa Beton di Sidoarjo
Menurut Subandi, pemasangan jargas diharapkan dapat mendorong perubahan pola penggunaan bahan bakar dalam proses produksi tahu. Hal itu berkaitan dengan persoalan pembakaran sampah plastik yang sebelumnya menjadi sorotan di sentra industri tahu Tropodo.
Praktik penggunaan sampah plastik sebagai bahan bakar produksi sempat mendapat perhatian luas, termasuk pemberitaan media asing pada 2025. Pembakaran limbah plastik dapat menghasilkan asap dan zat berbahaya yang berpotensi mencemari udara serta berdampak terhadap lingkungan.
Baca Juga: Sempat Hilang, Polsek Krian Berhasil Pertemukan Bocah 4 Tahun dengan Orang Tuanya di Sidoarjo
Karena itu, Pemkab Sidoarjo berupaya mencari alternatif bahan bakar agar aktivitas produksi tahu tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan lingkungan.
Salah satu opsi yang didorong adalah perluasan jaringan gas bumi. Pemanfaatan jargas diharapkan tidak hanya menjangkau kebutuhan rumah tangga, tetapi juga pelaku UMKM dan IKM.
Dari sisi ekonomi, Subandi menyebut penggunaan jargas juga lebih efisien dibandingkan elpiji tabung.
"Penggunaan jargas ini jauh lebih hemat dari elpiji," tegasnya.
Pemkab Sidoarjo berharap dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dapat mempercepat realisasi pemasangan jargas bagi pengusaha tahu di Tropodo.
Pemkab Sidoarjo juga menyatakan siap memberikan kemudahan dalam proses perizinan maupun kebutuhan lainnya agar program tersebut dapat segera direalisasikan.
"Harapan kami pada tahun ini atau 2027 mendatang, kebutuhan jargas untuk para pengusaha tahu di Krian dapat terpenuhi sepenuhnya," ujarnya.
Dengan tersedianya alternatif bahan bakar, Pemkab berharap pengusaha tahu tidak lagi menggunakan sampah plastik dalam proses produksi.
"Sehingga penggunaan bahan bakar plastik tidak terulang kembali," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo