RADAR SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo mulai mempercepat langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan. Enam alat berat dikerahkan untuk mengeruk dan membersihkan sungai serta saluran air di enam titik rawan banjir di Kecamatan Tanggulangin dan Candi, Jumat (18/9).
Pengerahan alat berat tersebut dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo untuk meningkatkan kapasitas sungai dan afvour sebelum curah hujan meningkat.
Baca Juga: Kemarau, Pemkab Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai, Saluran Kedunguling Jadi Prioritas Tiga Bulan
Kepala DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud mengatakan, enam alat berat diterjunkan secara bersamaan di dua kecamatan yang selama ini kerap terdampak banjir.
“Sebagai langkah preventif untuk penanggulangan banjir, kami menerjunkan enam alat berat di enam titik lokasi dalam dua kecamatan yang sering terdampak banjir,” kata Makhmud, Jumat (18/9).
Baca Juga: Jadi Penyebab Sulitnya Normalisasi, Satpol PP Tegur Dua Bangli di Pucang Sidoarjo
Di Kecamatan Tanggulangin, alat berat menyasar tiga lokasi. Yakni pembersihan Sampang Losing Gedangrowo di Desa Banjarpanji, normalisasi Saluran Gedangrowo di Desa Ngaban, serta normalisasi Saluran Gedangrowo di Desa Kedungbanteng.
Sementara di Kecamatan Candi, normalisasi dilakukan di Saluran Afvour Kedunguling, Desa Kedungpeluk; Saluran Afvour Link III, Desa Klurak; dan Saluran Afvour Link II, Desa Kedungkendo.
Baca Juga: DPUBMSDA Sidoarjo Kebut Normalisasi Sungai, Hasil Pengerukan Dimanfaatkan untuk Pembangunan KDMP
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Sidoarjo Subandi yang meminta proses normalisasi dipercepat sebelum musim hujan. Pemkab Sidoarjo ingin memastikan sungai dan afvour di wilayah Tanggulangin dan Candi mampu menampung serta mengalirkan debit air secara optimal.
“Enam alat berat harus segera beroperasi agar normalisasi sejumlah sungai dapat dimaksimalkan sebelum memasuki musim hujan,” tegas Subandi.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai di Musim Kemarau, Sembilan Ekskavator Dikerahkan
Menurutnya, sejumlah saluran mengalami pendangkalan yang berpotensi menghambat aliran air ketika hujan deras. Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di wilayah Desa Kalidawir, Tanggulangin.
Karena itu, pengerahan alat berat untuk sementara difokuskan pada sungai dan afvour di Tanggulangin serta Candi yang selama ini menjadi wilayah rawan banjir.
Namun, Subandi menegaskan penanganan banjir tidak hanya mengandalkan alat berat. Pemkab juga menyiapkan langkah melalui program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK).
Melalui PIWK, para camat diminta berkolaborasi dengan DPUBMSDA untuk memetakan sungai dan saluran yang tidak dapat dijangkau alat berat.
Pemetaan tersebut diperlukan agar normalisasi tidak hanya dilakukan pada titik yang dapat dikerjakan menggunakan alat berat, tetapi juga mencakup saluran yang membutuhkan penanganan manual atau metode lainnya.
“Untuk normalisasi yang lokasinya tidak bisa dijangkau dengan alat-alat berat, minimal Pak Camat bisa berkolaborasi dengan PU. Kita petakan agar semua sungai di daerah Tanggulangin dan Candi betul-betul siap saat musim hujan,” ujar Subandi.
Pemkab menargetkan penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bagian hulu hingga hilir. Dengan demikian, kapasitas saluran air dapat dioptimalkan sehingga potensi genangan dan banjir saat musim hujan bisa ditekan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo