Biaya Bebani Wali Murid, Bupati Sidoarjo Minta Sekolah Evaluasi Pembelajaran Luar Sekolah

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:42 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi
Bupati Sidoarjo Subandi 

RADAR SIDOARJO - Keluhan wali murid soal mahalnya biaya pembelajaran luar sekolah atau outdoor Learning (ODL) membuat Bupati Sidoarjo Subandi turun tangan.

Ia meminta seluruh sekolah tingkat SD dan SMP mengevaluasi pelaksanaan ODL agar kegiatan pembelajaran di luar kelas tidak justru membebani ekonomi orang tua siswa.

Baca Juga: KONI Sidoarjo Dituntut Berbenah, Bupati Subandi: Jangan Kecewakan Atlet

Subandi menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan ODL. Sekolah diminta tidak memaksakan kegiatan dengan tujuan jauh yang membutuhkan biaya hingga jutaan rupiah.

Menurutnya, ODL tidak harus dilakukan ke luar kota. Sekolah dapat memanfaatkan berbagai destinasi lokal di Sidoarjo sebagai lokasi pembelajaran sekaligus rekreasi edukatif.

Baca Juga: Bupati Subandi Gaspol Benahi Banjir dan Infrastruktur Tanggulangin-Candi Sidoarjo

"Sudah kalau ODL ini mengganggu kepada bapak ibu wali murid, lebih baik ODL enggak usah jauh-jauh. ODL di Alun-alun Sidoarjo, jalan-jalan," kata Subandi, Kamis (17/9).

Ia mencontohkan adanya laporan biaya ODL siswa SMP ke Malang yang mencapai sekitar Rp 1 juta untuk kegiatan selama dua hari. Bahkan, perjalanan ke Yogyakarta disebut dapat menarik biaya hingga Rp 1,2 juta per siswa.

Baca Juga: Bupati Subandi: Tak Ada Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo yang Meninggal Akibat Diduga Keracunan

"Daripada nanti narik ke Jogja Rp 1.200.000, laporan kepada Bupati acara di Malang ODL anak SMP dikenakan Rp 1.000.000 lebih dua hari, ini ndak boleh," tegasnya.

Subandi menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini harus menjadi pertimbangan sekolah dalam menyusun agenda ODL. Kegiatan pembelajaran, kata dia, harus memberikan manfaat bagi siswa tanpa menambah beban finansial wali murid.

Baca Juga: Anak Bupati Rafi Wibisono Pimpin KONI Sidoarjo, Siapkan Strategi Kejar Prestasi Porprov 2027

Karena itu, ia meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo menindaklanjuti instruksi tersebut. Dispendikbud juga diminta memastikan kepala sekolah tidak memaksakan agenda ODL yang berpotensi menimbulkan keberatan dari orang tua.

Baca Juga: Bupati Subandi Salurkan Bantuan Beras ke 775 Warga Tiga Desa di Sedati Sidoarjo

"Saya minta tolong mulai dari kepala sekolah-sekolah, ini tanggungjawabnya Dinas Pendidikan. Kalau kepala sekolah dan SD SMP yang tidak mengikuti perintah Bupati, sudah saya nggak mau dengan ekonomi seperti ini," ujarnya.

Selain lokasi kegiatan, Subandi juga menyoroti penggunaan jasa transportasi untuk ODL. Ia meminta sekolah tidak melakukan intervensi atau menunjuk penyedia bus tertentu.

Sekolah, lanjut dia, dipersilakan menggunakan bus milik masyarakat Sidoarjo selama kendaraan tersebut dalam kondisi baik, aman, dan layak digunakan.

"Kalau ada ODL enggak usah pakai bus-bus, pakai bus Sidoarjo. Jangan itu-itu saja. Masyarakat Sidoarjo banyak yang punya bus, pakai itu kalau bus-nya bagus," katanya.

Subandi menegaskan tidak boleh ada intervensi dalam pemilihan transportasi maupun penyedia jasa lainnya dalam pelaksanaan ODL. Menurutnya, kebijakan tersebut sekaligus dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha transportasi lokal. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
ODL biaya Pembelajaran Bupati Sekolah