BRI Bidik 500 Tenant SAFE ’n’ LOCK Sidoarjo, Siap Garap Transaksi hingga Ekspor-Impor

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 20:20 WIB
SINERGIS: Kegiatan Tenant Gathering yang bertajuk Protect Your Business: Know The Rules Stay Compliant sekaligus peresmian hadirnya outlet BRI di dekat marketing gallery SAFE
SINERGIS: Kegiatan Tenant Gathering yang bertajuk Protect Your Business: Know The Rules Stay Compliant sekaligus peresmian hadirnya outlet BRI di dekat marketing gallery SAFE 'n' LOCK Sidoarjo kawasan Lingkar Timur.

RADAR SIDOARJO - Ratusan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri SAFE 'n' LOCK Sidoarjo kini mendapat akses layanan perbankan yang lebih dekat.

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi hadir di dekat marketing gallery SAFE 'n' LOCK Sidoarjo kawasan Lingkar Timur tersebut dengan membuka temporary outlet untuk melayani kebutuhan transaksi para tenant.

Baca Juga: Bupati Subandi Gaspol Benahi Banjir dan Infrastruktur Tanggulangin-Candi Sidoarjo

Kehadiran BRI itu sekaligus menjadi langkah untuk menggarap potensi bisnis dari lebih dari 500 tenant yang berada di kawasan SAFE 'n' LOCK. BRI bahkan membidik seluruh tenant agar nantinya dapat menggunakan layanan perbankan mereka.

INOVATIF: Kegiatan Tenant Gathering yang bertajuk Protect Your Business: Know The Rules Stay Compliant sekaligus peresmian hadirnya outlet BRI di dekat marketing gallery SAFE
INOVATIF: Kegiatan Tenant Gathering yang bertajuk Protect Your Business: Know The Rules Stay Compliant sekaligus peresmian hadirnya outlet BRI di dekat marketing gallery SAFE 'n' LOCK Sidoarjo kawasan Lingkar Timur.

Area Head PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sidoarjo Tri Kenyo Kusumawati mengatakan, kehadiran BRI di SAFE 'n' LOCK ditujukan untuk memberikan kemudahan transaksi sekaligus solusi pembiayaan bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Bentuk Satgas MBG, SPPG Bakal Diawasi dari Dapur hingga Pengiriman

"Tujuan kami memberikan solusi untuk kemudahan-kemudahan transaksi bagi tenant-tenant yang ada di kawasan SAFE 'n' LOCK," ujarnya usai kegiatan Tenant Gathering yang bertajuk Protect Your Business: Know The Rules Stay Compliant, Rabu (16/9).

PELAYANAN PRIMA: Penyerahan plakat sebagai simbol apresiasi dan penguatan sinergi BRI bersama Kawasan Industri SAFE n LOCK dalam mendukung pertumbuhan industri yang patuh, berkelanjutan, dan semakin kuat.
PELAYANAN PRIMA: Penyerahan plakat sebagai simbol apresiasi dan penguatan sinergi BRI bersama Kawasan Industri SAFE n LOCK dalam mendukung pertumbuhan industri yang patuh, berkelanjutan, dan semakin kuat.

Menurut Tri Kenyo, SAFE 'n' LOCK memiliki potensi besar bagi sektor perbankan. Saat ini terdapat sekitar 500 tenant, mulai perusahaan berskala kecil,  menengah dan perusahaan multinasional.

Baca Juga: Bupati Subandi: Tak Ada Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo yang Meninggal Akibat Diduga Keracunan

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi BRI untuk mengembangkan transaksi sekaligus menyalurkan kredit.

Baca Juga: Bupati Subandi: Tak Ada Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo yang Meninggal Akibat Diduga Keracunan

"Kalau dari sekarang existing dari 500 itu, targetnya kalau bisa 100 persen," tegasnya.

Tri Kenyo menyebut, sejak kehadiran BRI di kawasan tersebut, sudah ada sekitar sembilan tenant besar yang mulai bertransaksi. 

Sejumlah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal China dan Jepang juga disebut mulai membuka rekening dan memproses transaksi melalui BRI.

Tak hanya transaksi domestik, BRI juga membidik kebutuhan ekspor, impor, hingga transaksi valuta asing perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut.

"Kami pertama masuk pasti dari sisi pembiayaan. Dari sisi pembiayaan nanti kita akan lebih mengembangkan lagi transaksi-transaksi ekspor dan impor mereka," jelasnya.

Untuk menarik perusahaan agar menggunakan layanan BRI, Tri Kenyo mengatakan pihaknya tidak menerapkan strategi hard selling. 

BRI terlebih dahulu menggali kebutuhan masing-masing perusahaan, termasuk mencari celah layanan yang belum optimal dari bank yang selama ini digunakan.

"Kami harus soft selling di sini. Kami memberikan solusi dulu," katanya.

Ia menambahkan, salah satu keunggulan BRI adalah jaringan unit kerja yang luas hingga tingkat kecamatan dan desa. Jaringan tersebut dinilai dapat membantu perusahaan yang memiliki aktivitas bisnis dan penagihan hingga wilayah pelosok.

Selain itu, BRI memiliki  kantor cabang luar negeri di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Singapura, Timor Leste, Hongkong dan Taiwan. Keberadaan jaringan tersebut dinilai dapat mendukung kebutuhan transaksi internasional para tenant, khususnya perusahaan PMA.

Sementara itu, Marketing Manager SAFE 'n' LOCK PT Makmur Berkah Amanda Tbk *Albert Palit yang akrab disapa Abe* mengatakan, kehadiran BRI menjadi bagian dari upaya memberikan kemudahan bagi tenant dalam menjalankan kegiatan operasional.

Menurutnya, BRI hadir bersamaan dengan kegiatan sosialisasi regulasi terbaru bagi tenant SAFE 'n' LOCK. Kegiatan tersebut membahas Permenperin Nomor 2 Tahun 2026 serta Permen LH/BPLH Nomor 6 Tahun 2026.

"Kami pengin juga menyampaikan informasi dan pengetahuan yang up to date, biar para tenant itu juga berjalan sesuai dengan regulasi terbaru yang ada," ujarnya.

Terkait kehadiran BRI, Albert menilai layanan tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi perusahaan maupun karyawan yang bekerja di kawasan industri.

Saat ini BRI membuka temporary outlet di dalam marketing gallery SAFE 'n' LOCK. Ke depan, terdapat rencana pembangunan kantor cabang BRI di kawasan tersebut.

"Harapan kami bukan hanya kantor temporary atau kantor sementara, karena akan ada rencana pembangunan kantor cabang. Ini akan sangat mempermudah kegiatan operasional para tenant yang ada di dalam kawasan kami," tandasnya. (dik)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Perbankan Safe N Lock Industri layanan bri