Sehari 5 Ribu Lebih Porsi Cadong, Begini Dapur Sehat Lapas Porong Sidoarjo Layani 1.698 Napi

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:18 WIB
SANGAT LAYAK: Narapidana mengolah Cadong di Lapas Kelas I Surabaya untuk makan pagi, siang dan sore.
SANGAT LAYAK: Narapidana mengolah Cadong di Lapas Kelas I Surabaya untuk makan pagi, siang dan sore.

RADAR SIDOARJO - Sebanyak 1.698 narapidana di Lapas Kelas I Surabaya, atau yang lebih dikenal sebagai Lapas Porong, Sidoarjo, bergantung pada Dapur Sehat untuk memenuhi kebutuhan makan setiap harinya.

Tak hanya sekali, dapur tersebut harus menyiapkan cadong tiga kali sehari dengan menu yang terus berganti.

Cadong merupakan istilah yang cukup familiar di lingkungan pemasyarakatan untuk menyebut makanan yang diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa pidana.

Baca Juga: Panen Jagung Kedua Lapas Porong Sidoarjo Capai 400 Kg

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya Sohibur Rachman mengatakan, penyediaan makanan bagi warga binaan dilakukan secara terjadwal. Dalam sehari, Dapur Sehat menyiapkan makanan untuk tiga waktu makan, yakni pagi, siang, dan sore yang diperuntukkan sebagai makan malam.

Dengan jumlah penghuni mencapai 1.698 orang, setidaknya ribuan porsi makanan harus dipersiapkan setiap hari. Setiap porsi tidak hanya berisi makanan pokok, tetapi disusun agar mencakup kebutuhan dasar berupa karbohidrat, protein, sayuran, dan buah.

Baca Juga: Bekas Lahan Tidur Lapas Porong Sidoarjo Panen Lagi, Hasilkan 250 Kilogram Jagung

"Menu disiapkan sesuai daftar yang telah ditentukan oleh Dapur Sehat," kata Sohibur, Rabu (16/9).

Untuk menjaga variasi makanan, Dapur Sehat menerapkan siklus menu selama 10 hari. Setiap harinya memiliki susunan menu berbeda. Setelah hari ke-10, siklus kembali ke menu hari pertama dan berputar sesuai urutan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Lapas Porong Sidoarjo Serahkan WNA Malaysia Terpidana Narkotika ke Imigrasi

Salah satu menu yang disajikan terdiri dari nasi, ayam kecap dan tempe goreng sebagai sumber protein, tumis kangkung, serta pisang sebagai pelengkap buah.

Namun, penyediaan cadong dalam jumlah besar tersebut bukan pekerjaan sederhana. Sebelum makanan sampai ke tangan warga binaan, bahan makanan harus dipersiapkan, diolah, dimasak, kemudian diporsikan sesuai jumlah penerima.

Baca Juga: Perdana, Upacara Kemerdekaan RI di Dalam Lapas Porong Sidoarjo, Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat

Dalam proses pengolahan sehari-hari, warga binaan juga dilibatkan sebagai tamping dapur. Mereka membantu sejumlah pekerjaan di dapur dengan tetap berada di bawah pengawasan petugas.

Dapur Sehat Lapas Kelas I Surabaya sendiri memiliki empat petugas yang bekerja menggunakan sistem shift. Dalam setiap pergantian jaga, terdapat satu petugas yang bertanggung jawab melakukan pengawasan.

Mulai dari persiapan bahan, proses memasak, hingga pemorsian menjadi rangkaian yang dilakukan setiap hari. Seluruh tahapan tersebut harus berjalan sesuai jadwal agar makanan dapat disalurkan kepada 1.698 warga binaan pada waktu yang telah ditentukan.

Bagi warga binaan, cadong mungkin hanya dikenal sebagai makanan yang disantap setiap hari. Namun di balik satu porsi makanan tersebut, terdapat rangkaian pekerjaan yang dimulai dari perencanaan menu, persiapan bahan, pengolahan, pemasakan, hingga pemorsian.

Melalui Dapur Sehat, seluruh proses tersebut menjadi bagian dari pelayanan pemenuhan kebutuhan makan warga binaan Lapas Kelas I Surabaya yang berlangsung setiap hari. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
porsi Porong Warga Binaan makanan Lapas