Rumah Terbakar di Gedangan Sidoarjo Belum Ada Perbaikan, Anak Pertama Putus Sekolah karena Biaya

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:55 WIB
LUDES: Kondisi salah satu rumah warga di Keboansikep, Gedangan, Sidoarjo, Selasa (15/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
LUDES: Kondisi salah satu rumah warga di Keboansikep, Gedangan, Sidoarjo, Selasa (15/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Hampir sepekan sudah keluarga Prapto harus bertahan di teras rumah. Tempat tinggal mereka di RT 04/RW 03, Gang Perjuangan, Desa Keboansikep, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, ludes dilalap api pada Kamis (10/9) pagi.

Kini, keluarga tersebut berharap Pemkab Sidoarjo segera membantu memperbaiki rumah sekaligus mengurus kembali dokumen penting yang ikut terbakar.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Pakai Dana BTT untuk Bangun Rumah Lansia yang Ludes Terbakar

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.00 itu menghanguskan hampir seluruh isi rumah. Berbagai dokumen penting milik keluarga, mulai dari ijazah, sertifikat rumah, KTP, KK, akta kelahiran hingga surat pensiunan, tak terselamatkan.

Sejumlah perabot rumah tangga juga ikut ludes. Di antaranya tiga kulkas, mesin cuci dan berbagai barang kebutuhan rumah tangga lainnya.

Baca Juga: Gudang Karton di Krian Sidoarjo Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya

Saudara korban, Hari, mengatakan kondisi ekonomi keluarga Prapto memang tergolong tidak mampu. Prapto, 57, sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu SPBU di kawasan Gedangan. Sementara istrinya, Diah Kusumahandayani, merupakan ibu rumah tangga.

"Kondisi ekonomi memang tidak mampu. Anak pertama bahkan harus putus sekolah karena orang tua tidak mampu membiayai," ujar Hari, Selasa (15/9).

Baca Juga: Kios Tambal Ban di Arteri Porong Sidoarjo Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya

Keluarga tersebut tinggal bersama dua anak, yakni Dimas Prasetiya, 17, dan Refan Alif Bastian, 13. Dimas sebelumnya bersekolah di SMK Antartika 1 Sidoarjo, namun hanya bertahan sekitar tiga bulan saat duduk di kelas X karena terkendala biaya.

Kini, Dimas sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk kembali bersekolah. Pihak desa disebut siap membantu proses pendaftarannya ke SMA atau SMK swasta yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

Namun, persoalan baru muncul setelah ijazah Dimas ikut terbakar. Karena itu, keluarga berharap bantuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo untuk menerbitkan kembali dokumen pendidikan tersebut agar Dimas bisa melanjutkan sekolah.

"Utamanya ijazah itu dapat segera diterbitkan kembali, agar anak yang belum sekolah ini bisa sekolah lagi," kata saudara korban lainnya, Agus Soehariyanto.

Sementara adik Dimas, Refan, saat ini masih bersekolah di SMP Dharma Wanita 1 Gedangan kelas VII.

Kondisi keluarga semakin memprihatinkan karena sejak rumah terbakar, mereka belum memiliki tempat tinggal yang layak. Untuk sementara, keluarga terpaksa tidur di teras rumah yang terbakar.

"Harapannya perbaikan rumah segera dapat bantuan dari Pemkab Sidoarjo. Kasihan keluarga tidak bisa beraktivitas dan harus tidur di teras rumah," lanjut Agus.

Selain perbaikan rumah, keluarga juga meminta bantuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sidoarjo untuk mengurus kembali dokumen kependudukan yang ikut musnah dalam kebakaran.

Diketahui, saat kejadian kebakaran, rumah tersebut dihuni Prapto, Diah, dua anaknya serta sang nenek yang berusia sekitar 77 tahun. Nenek tersebut diketahui sudah lanjut usia dan mengalami kepikunan.

Saat kebakaran terjadi, Diah sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara sang nenek sempat keluar ke depan gang. Hanya Refan dan nenek yang berada di sekitar rumah ketika api mulai membesar.

Api pertama kali diketahui tetangga yang melihat kobaran api sudah cukup besar. Warga kemudian berteriak meminta pertolongan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Proses pemadaman sempat terkendala setelah kabel listrik PLN jatuh ke tanah dan terdapat air bekas penyemprotan damkar. Petugas kemudian menghentikan sementara pemadaman untuk menunggu PLN memastikan kondisi listrik aman.

"Kabel PLN sempat jatuh ke tanah. Ada air bekas damkar juga, sehingga pemadaman sempat dihentikan menunggu PLN datang. Karena menunggu, apinya tambah besar," ungkap Agus.

Meski api cukup besar, kebakaran tersebut beruntung tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.

Pasca kejadian, Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo serta sejumlah dinas terkait telah mendatangi lokasi. Keluarga juga telah menerima bantuan awal berupa sembako.

Kepala Dinsos Sidoarjo R Mharta Wara Kusuma mengatakan pihaknya telah mendatangi rumah korban untuk memberikan bantuan.

"Kami sudah mendatangi rumah korban, untuk memberikan bantuan berupa sembako," ujarnya.

Sementara itu, terkait kepastian bantuan untuk perbaikan rumah, Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo Sabino Mariano hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Rumah Ludes Gedangan Kebakaran api