Panen Jagung Kedua Lapas Porong Sidoarjo Capai 400 Kg

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:43 WIB
KETAHANAN PANGAN: Lapas Porong Sidoarjo panen jagung kedua, Kamis (10/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
KETAHANAN PANGAN: Lapas Porong Sidoarjo panen jagung kedua, Kamis (10/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Keterbatasan lahan tak menghalangi Lapas Kelas I Surabaya atau Lapas Porong Sidoarjo untuk mengembangkan program ketahanan pangan.

Memanfaatkan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 5.000 meter persegi, lapas kembali memanen jagung untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan.

Baca Juga: Bekas Lahan Tidur Lapas Porong Sidoarjo Panen Lagi, Hasilkan 250 Kilogram Jagung

Panen yang berlangsung Kamis (10/9) tersebut merupakan panen kedua dari lahan SAE Lapas Kelas I Surabaya. Hasil panen sementara diperkirakan mencapai sekitar 400 kilogram jagung.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur Kusnali mengatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program itu juga menjadi bagian dari upaya mendukung delapan prioritas Presiden, khususnya dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan.

Baca Juga: Kepala Pengamanan Rutan Medaeng Sidoarjo Berganti, Hengki Giantoro Pindah ke Lapas Narkotika Kelas I

“Kita menanam jagung, kita memiliki area seluas 5.000 meter persegi dan ini panen kali kedua,” kata Kusnali saat meninjau panen jagung di Lapas Kelas I Surabaya.

Menurut dia, keterbatasan lahan tidak boleh menjadi alasan bagi lapas maupun rutan untuk tidak berkontribusi dalam program ketahanan pangan. Lahan yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal agar menghasilkan komoditas pangan.

Baca Juga: Lapas Porong Sidoarjo Serahkan WNA Malaysia Terpidana Narkotika ke Imigrasi

Pada panen sebelumnya, lahan tersebut menghasilkan sekitar 250 kilogram jagung. Sementara pada panen kedua, sebagian jagung telah dipanen dengan hasil sementara mencapai sekitar 400 kilogram.

“Teman-teman di Lapas Kelas I Surabaya tetap berproses walaupun sarana asimilasinya terbatas. Tapi dimaksimalkan untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Baca Juga: Perdana, Upacara Kemerdekaan RI di Dalam Lapas Porong Sidoarjo, Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat

Jagung yang dibudidayakan terdiri atas dua jenis, yakni jagung manis dan jagung pulut. Salah satu yang cukup menarik adalah jagung pulut yang relatif jarang ditemui dan memiliki ciri khas warna ungu.

Baca Juga: Kebun Blok Hunian Lapas Porong Sidoarjo Didorong Jadi Lahan Produktif

Kusnali menegaskan, hasil produksi dari program ketahanan pangan di lapas dan rutan tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan internal. Sesuai kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, hasil produksi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di lapas dengan target minimal lima persen.

“Kalau bisa seluruhnya dijual ke vendor, ya lebih baik lagi,” jelasnya.

Program ketahanan pangan, lanjut Kusnali, juga dikembangkan hampir di seluruh lapas dan rutan di Jawa Timur. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan lahan di masing-masing satuan kerja.

Dari total 33 lapas di Jawa Timur, pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif terus didorong. Semakin luas lahan yang tersedia, semakin besar pula potensi produksi pangan yang dapat dikembangkan.

“Artinya saya tekankan kembali bahwa tidak ada lahan yang tidak termanfaatkan dengan baik, baik di lapas maupun di rutan di wilayah Jawa Timur,” tegasnya.

Kusnali berharap pemanfaatan lahan di Lapas Kelas I Surabaya dapat terus ditingkatkan. Jika terdapat lahan tambahan di sekitar lokasi yang memungkinkan untuk dimanfaatkan, potensi produksi pangan dinilai masih bisa diperbesar.

“Kalau lahannya lebih luas, tentu hasilnya bisa lebih maksimal. Yang penting, lahan yang ada sekarang kita manfaatkan semaksimal mungkin,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman mengatakan, budidaya jagung akan terus dikembangkan dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia. Menurut dia, kegiatan pertanian tidak semata-mata berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan warga binaan.

“Kami akan terus mengoptimalkan lahan sarana asimilasi dan edukasi yang ada. Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan manfaat, baik untuk mendukung ketahanan pangan maupun sebagai sarana pembinaan dan keterampilan bagi warga binaan,” ujar Sohibur.

Dia menambahkan, keberhasilan panen kedua menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Kelas I Surabaya untuk terus meningkatkan produktivitas lahan. Terlebih, hasil panen sebelumnya menunjukkan bahwa lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut mampu menghasilkan komoditas pangan secara berkelanjutan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Porong Lahan Kakanwil jagung Lapas