RADAR SIDOARJO - Geliat transaksi pelaku UMKM Sidoarjo terasa kuat selama tiga hari pelaksanaan Gebyar UMKM dan Karnaval Gear Ultima 2026. Tak hanya stan yang ramai diserbu pengunjung, transaksi melalui tunai maupun QRIS juga menunjukkan angka menggembirakan.
Bahkan, transaksi dengan omset tertinggi dalam gelaran yang berlangsung di Halaman Parkir Ramayana Ciplaz Sidoarjo tersebut mencapai Rp 11,8 juta. Capaian itu diraih Nine Art Galery dengan sembilan transaksi.
Sejumlah pelaku UMKM dengan capaian transaksi dan omset terbaik pun mendapat penghargaan dalam penutupan Gebyar UMKM dan Karnaval Gear Ultima 2026, Minggu (30/8) petang.
Baca Juga: Ratu Sabet Juara Lomba Mewarnai di Gebyar UMKM Sidoarjo
Ada tiga kategori yang dilombakan, yakni stand terbaik, jumlah transaksi QRIS terbanyak, dan jumlah omset terbanyak. Penghargaan tersebut merupakan kerja sama Bank Jatim dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Sidoarjo.
Untuk kategori Stand Terbaik, juara pertama diraih Sentra Kuliner Gajah Mada, disusul Pedalindo sebagai juara kedua dan Paguyupan Amigos sebagai juara ketiga.
Sementara itu, kategori Jumlah Transaksi QRIS Terbanyak menempatkan Es Cendol Endhel milik Rangga Prakasa Prassetia sebagai juara pertama dengan 113 transaksi. Total omset yang dibukukan mencapai Rp 1.493.500.
Posisi kedua diraih R N B Fried Chiken milik Febi Melati Fatikasari dengan 109 transaksi dan omset Rp 4.749.168. Juara ketiga diraih De Butter Lane milik Dama Yanti dengan 37 transaksi dan omset Rp 1.265.000.
Selanjutnya, Lumpia YY milik Tri Wahyuningsih berada di posisi keempat dengan 36 transaksi dan omset Rp 910 ribu. Sedangkan Dapoer Akbar milik Yoche Rosana Tisna Dewi menempati posisi kelima dengan 34 transaksi dan omset Rp 115 ribu.
Untuk kategori Jumlah Omset Terbanyak, Nine Art Galery milik Abi Zaelani Firdaus keluar sebagai juara pertama dengan omset Rp 11.825.000 dari sembilan transaksi.
Baca Juga: Puluhan Anak TK Adu Kreativitas di Lomba Mewarnai Gebyar UMKM Sidoarjo
Juara kedua diraih R N B Fried Chiken dengan omset Rp 4.749.168 dari 109 transaksi. Kemudian KDMP Magersari berada di posisi ketiga dengan omset Rp 1.512.000 dari 18 transaksi.
Es Cendol Endhel menempati posisi keempat dengan omset Rp 1.493.500 dari 113 transaksi. Sedangkan De Butter Lane berada di posisi kelima dengan omset Rp 1.265.000 dari 37 transaksi.
Kepala Dinkop UM Kabupaten Sidoarjo Mochammad Hudori memberikan langsung penghargaan kepada para pemenang, termasuk hadiah berupa uang tunai.
Hudori mengatakan, Gebyar UMKM dan Karnaval Gear Ultima 2026 bukan sekadar menghadirkan panggung hiburan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro untuk memperkenalkan produk sekaligus menggerakkan transaksi ekonomi lokal.
Baca Juga: Hari Ke-2 Gebyar UMKM Sidoarjo, Helios Band Hibur Pengunjung
"Gebyar UMKM dan Karnaval bukan sekadar panggung hiburan, tetapi menjadi bukti kreativitas, ketangguhan dan semangat pelaku usaha mikro Sidoarjo untuk terus berkembang," ujarnya.
Menurutnya, selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, gairah perekonomian lokal terlihat sangat kuat. Puluhan stan UMKM dipadati masyarakat dengan beragam produk yang ditawarkan, mulai kuliner, kriya, fesyen hingga berbagai produk inovatif.
"Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya potensi produk lokal Sidoarjo," katanya.
Hudori menilai transaksi yang terjadi selama kegiatan semakin menegaskan posisi UMKM sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.
Baca Juga: Ajak Warga Hidup Sehat, Senam Bersama Semarakkan Gebyar UMKM Sidoarjo 2026
"Transaksi yang terjadi dan antusiasme masyarakat yang memadati area acara ini menegaskan satu hal, bahwa UMKM Sidoarjo adalah tulang punggung perekonomian daerah yang siap naik kelas," tegasnya.
Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Dinkop UM Sidoarjo Amat Adi Subhan mengaku sempat khawatir kegiatan tersebut sepi pengunjung. Sebab, pelaksanaan Gebyar UMKM bertepatan dengan akhir pekan pada bulan Agustus, ketika banyak desa di Sidoarjo juga menggelar berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan.
Namun, kekhawatiran tersebut justru terpatahkan. Masyarakat tetap antusias datang dan berbelanja produk UMKM.
Baca Juga: Yamaha Buka Servis Murah di Gebyar UMKM Sidoarjo Ramayana Ciplaz, Ayo Buruan
"Karena Jumat, Sabtu, Minggu ini adalah weekend, weekend-nya bulan Agustus. Jadi di desa desa pasti semuanya ada pesta. Waduh, ini apa ada yang kunjung? Tapi luar biasa ini," ungkapnya.
Amat juga mengapresiasi dukungan Bank Jatim dalam mendorong digitalisasi transaksi UMKM. Penggunaan QRIS di stan-stan UMKM dinilai menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran nontunai.
Perwakilan Bank Jatim Cabang Sidoarjo Doni mengatakan, antusiasme masyarakat menggunakan pembayaran nontunai selama kegiatan cukup tinggi.
Menurutnya, penggunaan QRIS menjadi salah satu indikator semakin terbukanya pelaku UMKM terhadap transaksi digital.
Baca Juga: Lomba Senam Meriahkan Gebyar UMKM 2026 di Ramayana Ciplaz Sidoarjo
"Banyak sekali yang sekarang sudah mulai menggunakan nontunai. Pemerintah juga mulai mengencangkan kegiatan nontunai," ujarnya.
Bank Jatim juga memberikan stimulus melalui lomba transaksi QRIS terbanyak dan omset terbanyak. Langkah tersebut diharapkan mendorong pelaku UMKM semakin aktif memanfaatkan pembayaran digital.
Selain memudahkan konsumen saat melakukan pembayaran, transaksi QRIS juga dinilai membantu pelaku usaha dalam pembukuan. Setiap transaksi yang masuk dapat langsung tercatat ke rekening secara real time.
Baca Juga: Wabup Mimik Ajak Warga Borong Produk Lokal di Gebyar UMKM Sidoarjo
"Transaksi yang hari ini masuk itu langsung dalam hitungan detik sudah langsung masuk ke rekeningnya. Jadi mudah untuk pembukuannya," jelasnya.
Gebyar UMKM dan Karnaval Gear Ultima 2026 yang berlangsung sejak Jumat (28/8) hingga Minggu (30/8) tersebut resmi ditutup Minggu sore.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong UMKM Sidoarjo semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas transaksi usaha melalui digitalisasi. (dik/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar sidoarjo