RADAR SIDOARJO - Di tengah derasnya penggunaan gadget di kalangan anak-anak, Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi mengajak generasi muda kembali aktif bermain, belajar, membaca, serta mengembangkan kreativitas.
Pesan itu disampaikan saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kampung Lali Gadget (KLG), Dusun Bendet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Rabu (26/8).
Baca Juga: Bunda PAUD Sidoarjo Sriatun Subandi: Biasakan Anak Mandiri dan Peduli Sejak Dini
Sebanyak 250 pelajar dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA mengikuti rangkaian peringatan HAN yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo tersebut.
Sriatun mengingatkan anak-anak agar memanfaatkan masa pertumbuhan dengan berbagai kegiatan positif. Selain rajin membaca, anak-anak didorong untuk berani mengembangkan bakat dan kreativitas serta membatasi penggunaan smartphone.
Baca Juga: Bunda PAUD Sriatun Pastikan MPLS TK di Sidoarjo Ramah Anak, Tanamkan Antibullying Sejak Hari Pertama
“Anak-anak harus berani bermimpi dan mengejar cita-cita. Jangan sampai waktu tumbuh kembang lebih banyak dihabiskan dengan gadget,” pesannya.
Menurutnya, lingkungan yang aman juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Anak harus terlindungi dari perundungan, diskriminasi maupun kekerasan.
Baca Juga: Dispendikbud Sidoarjo Verifikasi 62 TK-PAUD untuk Distribusi Papan Interaktif Digital
Sriatun menegaskan, anak-anak harus merasa aman, disayangi dan mendapatkan pendampingan dari orang dewasa di sekitarnya. Karena itu, anak tidak perlu takut untuk bercerita ketika mengalami sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman.
“Kalau ada sesuatu yang membuat tidak nyaman atau merasa tidak aman, jangan takut untuk bercerita kepada guru maupun orang tua,” ujarnya.
Baca Juga: Transisi PAUD ke SD di Sidoarjo Tanpa Tes Calistung
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mendampingi anak di tengah perkembangan teknologi. Pendampingan tersebut tidak cukup hanya dengan memperhatikan capaian akademik.
Baca Juga: Waow...Bunda PAUD Sidoarjo Luncurkan Buku “Yuk Main ke Rumah Nenek”
Orang tua dan pendidik, lanjut Sriatun, perlu memperhatikan kondisi emosional anak. Komunikasi yang terbuka, hangat dan penuh kasih sayang dinilai penting agar anak merasa didengar dan dihargai.
Sementara itu, Sekretaris Dispendikbud Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih mengatakan peringatan HAN bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi sarana memperkuat komitmen dan sinergi seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta berpihak pada kepentingan terbaik anak.
“Peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak,” katanya.
Suasana peringatan HAN di Kampung Lali Gadget pun berlangsung dengan konsep yang dekat dengan dunia anak. Para peserta diajak mengenal sekaligus memainkan berbagai permainan dan kreativitas tradisional.
Di lokasi, anak-anak menunjukkan kreasi mainan tradisional, di antaranya tembak laras panjang yang dibuat dari pelepah pisang. Ada pula tembak busur yang dirakit menggunakan bambu dan karet.
Tak hanya permainan, kreativitas anak juga terlihat melalui keterampilan membuat kerajinan ikat kepala khas berupa udeng pacul goang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo Dhamroni Chudlori serta Direktur Utama BPR Delta Artha Perseroda Sofia Nurkrisnajati Atmaja. Kehadiran mereka turut memperkuat pesan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak membutuhkan keterlibatan bersama, baik dari keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo