RADAR SIDOARJO - Baru memasuki hari keempat pengerjaan, proyek betonisasi Jalan Krian Rumah Potong Hewan (RPH)-Kemangsen (Baldes), Sidoarjo, sudah mencatat deviasi 1,5 persen.
Kondisi itu langsung menjadi perhatian Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (25/8).
Baca Juga: Bupati Subandi Salurkan Bantuan Beras ke 775 Warga Tiga Desa di Sedati Sidoarjo
Subandi meminta kontraktor segera mengejar ketertinggalan pekerjaan. Terlebih, proyek tersebut memiliki waktu pengerjaan sekitar empat bulan dengan panjang ruas yang dibeton mencapai sekitar 450 meter dan lebar lebih dari 10 meter.
“Empat hari mestinya dua persen, realisasi kita deviasi masih 1,5 persen. Kita harapkan dengan waktu empat bulan ini betul-betul bisa selesai,” kata Subandi saat sidak di lokasi.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Temukan Deviasi 4 Persen saat Sidak Proyek Betonisasi Jalan Tambak Cemandi
Menurutnya, pekerjaan baru dimulai pada Jumat (21/8), meski kontrak proyek seharusnya berjalan sejak Juli. Saat ini kontraktor masih melakukan pembongkaran aspal jalan lama sebagai bagian dari persiapan pekerjaan betonisasi.
Subandi menilai proses pekerjaan di lapangan perlu dipercepat, terutama karena kondisi medan cukup berat. Alat berat yang digunakan saat ini dinilai masih kurang untuk mengejar target pekerjaan.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo: Miras Ilegal Disikat, Backing Siapa Pun Tak Akan Ditoleransi
“Exca-nya ini kecil, pakai Exca 200, apalagi ini adalah beton berat,” ujarnya.
Ia menyebut kontraktor akan menambah alat berat untuk mempercepat pekerjaan. Dengan tambahan peralatan tersebut, deviasi 1,5 persen diharapkan dapat segera dikejar sehingga target penyelesaian proyek tidak terganggu.
Baca Juga: Anak Bupati Sidoarjo Rafi Wibisono, Pimpin DPAC PKB Sedati, Ini Targetnya
Proyek betonisasi tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp 3,6 miliar. Subandi juga menyoroti metode pekerjaan yang sebelumnya menggunakan precast.
Namun, metode tersebut dinilai kurang bagus sehingga material yang sudah terpasang harus dibongkar dan kembali dikerjakan dengan metode cor.
“Ini awal percobaan untuk betonisasi Sidoarjo kita pakai precast, ternyata kurang bagus, tidak bisa dipakai. Ini lagi dicor, yang sebelumnya dirusak kembali,” jelasnya.
Selain meminta kontraktor mempercepat pekerjaan, Subandi menekankan pentingnya pengawasan konsultan. Ia meminta setiap perkembangan pekerjaan diperbarui setiap hari melalui sistem e-agenda sehingga pemerintah daerah dapat memantau perkembangan sekaligus mengetahui apabila terjadi keterlambatan.
“Kalau deviasi tentu kita tegur. Kuncinya adalah konsultan pengawas. Kalau konsultan pengawas betul-betul melakukan pengawasan, ini akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Sidoarjo,” tegasnya.
Subandi juga meminta camat dan pemerintah desa ikut melakukan pengawasan. Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan oleh konsultan, tetapi harus melibatkan seluruh pihak agar proyek dapat selesai tepat waktu. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo