RADAR SIDOARJO - Tiga posisi strategis di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya atau yang dikenal sebagai Rutan Medaeng Sidoarjo resmi berganti kepemimpinan.
Rotasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus memperkuat tata kelola, keamanan, dan kualitas pelayanan pemasyarakatan.
Pergantian pejabat tersebut ditandai dengan serah terima jabatan yang dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo di Aula Gedung Utama Rutan Kelas I Surabaya.
Salah satu posisi yang berganti yakni Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR). Jabatan tersebut sebelumnya diemban Hengki Giantoro dan kini diserahkan kepada Andra Naftali Gustaf Vano.
Hengki selanjutnya mendapat amanah baru sebagai Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) di Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Sumatera Utara.
Selain Ka KPR, rotasi juga terjadi pada dua jabatan lainnya. Kepala Subseksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Tahanan (Kasubsi BHPT) berganti dari Rizali Nor Hidayatullah kepada Bayu Prasetyo Abdillah.
Baca Juga: Warga Binaan Rutan Perempuan Porong Sidoarjo Melahirkan Bayi Laki-Laki, Begini Kondisinya
Sementara itu, posisi Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan diserahterimakan dari Rahmatullah kepada Imam Haidar Pratama.
Pergantian tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor M.IP-338.SA.03.03 Tahun 2026.
Baca Juga: Kunjungi Pacar di Rutan Medaeng Sidoarjo, Perempuan Sembunyikan Sabu di Kotak Susu
Karutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo mengatakan, rotasi kepemimpinan menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus menjaga efektivitas tata kelola di lingkungan Rutan Kelas I Surabaya.
"Rotasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi ini berfokus pada penguatan efektivitas tata kelola rutan," kata Tristiantoro, Minggu (23/8).
Menurut dia, hadirnya jajaran pimpinan baru diharapkan mampu memperkuat berbagai aspek pelayanan pemasyarakatan. Mulai dari menjaga standar keamanan, memperlancar proses bantuan hukum bagi warga binaan, hingga meningkatkan program pembinaan keterampilan.
"Melalui jajaran pimpinan yang baru, Rutan Surabaya berkomitmen menjaga standar keamanan, memperlancar proses bantuan hukum bagi warga binaan, serta memperkuat program pembinaan keterampilan," ujarnya.
Selain agenda serah terima jabatan, kegiatan tersebut juga diwarnai pelepasan dua petugas pemasyarakatan yang memasuki masa purna bakti.
Tristiantoro menyampaikan, seluruh rangkaian pergantian pejabat dan pelepasan pegawai tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian personel. Namun, juga menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja organisasi dan mutu pelayanan kepada masyarakat.
"Seluruh perombakan ini ditujukan untuk memberikan kepastian hukum dan peningkatan mutu pelayanan publik yang berdampak langsung pada masyarakat," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo