Disidak Komisi D DPRD Sidoarjo, Dispendikbud Pastikan Siswi SDN Pranti Sedati Tetap Bersekolah

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:09 WIB
KEMBALI SEKOLAH: Plt Kepala Dispendikbud Sidoarjo Dr Netti Lastiningsih saat mengunjungi sekolah SD Negeri Pranti, Sedati, Sidoarjo, Rabu (19/8).(DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
KEMBALI SEKOLAH: Plt Kepala Dispendikbud Sidoarjo Dr Netti Lastiningsih saat mengunjungi sekolah SD Negeri Pranti, Sedati, Sidoarjo, Rabu (19/8).(DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Setelah dua pekan tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar, Laylatul Robiah, siswi kelas I SD Negeri Pranti, Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, dipastikan kembali bersekolah mulai Kamis (20/8). Kepastian itu disampaikan setelah persoalan yang dialami siswi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Sidoarjo dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Tarkit Erdianto bersama politisi senior PDI Perjuangan Choirul Hidayat mendatangi rumah Laylatul, Rabu (19/8). Keduanya didampingi Kepala Desa Pranti Eko Purnomo untuk menggali persoalan yang membuat siswi tersebut selama dua minggu tidak masuk sekolah.

Dari pertemuan tersebut diketahui, Laylatul mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Kondisi itu kemudian menjadi perhatian sekolah sehingga diperlukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan pendidikan dan pendampingan yang tepat bagi siswi tersebut.

Baca Juga: Begini Kronologi Kecelakaan Tabrak Lari di Jalan Raya Taman Sidoarjo

Tarkit mengatakan, persoalan tersebut tidak boleh dilihat secara sepotong-sepotong. Menurutnya, sekolah tetap memiliki tanggung jawab memberikan layanan pendidikan, sementara kebutuhan khusus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut menjadi perhatian Dispendikbud.

“Jangan sampai sekolah memaksakan menerima ini tapi mempengaruhi satu kelas. Makanya solusinya dilakukan asesmen,” kata Tarkit.

Sebelumnya, Laylatul telah dibawa Pemerintah Desa Pranti ke UPTD untuk menjalani asesmen. Namun, proses tersebut belum final dan masih akan dilanjutkan untuk mendapatkan rekomendasi mengenai penanganan pendidikan yang sesuai.

Baca Juga: Harga Telur Anjlok, Dispaperta Sidoarjo Tegaskan Pasokan Justru Banyak dari Luar Daerah

Tarkit menegaskan, kondisi ekonomi keluarga Laylatul juga harus menjadi pertimbangan. Ia meminta agar solusi pendidikan bagi siswi tersebut tidak membebani orang tua.

“Kami dari Dewan menginginkan karena kondisi orang tua seperti itu, pokoknya jangan sampai mengeluarkan anggaran sepersen pun untuk pendidikan si anak,” tegasnya.

Ia juga mendorong Dispendikbud menyediakan solusi terdekat, termasuk apabila nantinya berdasarkan hasil asesmen dibutuhkan guru pendamping khusus.

Baca Juga: Duta Muda BPJS Kesehatan 2026 Siap Ajak Generasi Muda Peduli JKN

“Pokoknya kami meminta kepada Dinas Pendidikan untuk menyediakan bagaimana anak itu bisa sekolah. Terdekat dan tanpa mengeluarkan uang sepersen pun,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dispendikbud Sidoarjo Dr Netti Lastiningsih memastikan Laylatul tetap tercatat sebagai siswa SD Negeri Pranti. Ia membantah informasi bahwa siswi tersebut dikembalikan sekolah atau tidak diperbolehkan mengikuti pembelajaran.

“Tidak benar informasi bahwa anak ini dikembalikan, tidak boleh sekolah. Buktinya proses anak ini di Dapodik dilakukan oleh sekolah,” jelas Netti.

Netti memastikan Laylatul mulai Kamis (20/8) kembali mengikuti pembelajaran di SD Negeri Pranti. Selama ini, statusnya tetap sebagai siswa sekolah tersebut.

Baca Juga: Ban Pecah, Pikap Muatan Kacang Merah Terguling di Tol Sidoarjo-Waru

“Memang besok kami minta anaknya sekolah, masuk sekolah. Selama ini tetap sebagai siswa yang memang seharusnya tetap bersekolah di SD Negeri Pranti,” tegasnya.

Terkait dua pekan Laylatul tidak masuk sekolah, Netti mengatakan hal tersebut menjadi perhatian bersama. Ia telah meminta pihak sekolah dan wali kelas melakukan langkah seperti home visit apabila terdapat siswa yang tidak masuk sekolah dalam waktu tertentu.

Menurutnya, ketidakhadiran Laylatul selama dua pekan tidak berkaitan dengan statusnya sebagai siswa. "Tetap siswa, tetap siswanya SD Negeri Pranti,” katanya.

Baca Juga: Korban Kecelakaan Tercebur Sungai Brantas di Rolag Songo Tarik Sidoarjo Ditemukan

Untuk memastikan kebutuhan Laylatul, Dispendikbud masih menunggu hasil asesmen yang melibatkan psikolog. Asesmen tersebut diperlukan agar penanganan tidak hanya berdasarkan pengamatan, melainkan berdasarkan rekomendasi ahli.

“Tujuannya kita memastikan kondisi anak ini sebenarnya bagaimana menurut ahlinya. Nanti dari hasil asesmen itu ada rekomendasi,” terang Netti.

Asesmen lanjutan dijadwalkan dilakukan pada Senin mendatang. Hasilnya diperkirakan paling lambat keluar Kamis atau Jumat pekan depan.

Baca Juga: Enam Bulan Terbaring karena Diabetes, Warga Tulangan Akhirnya Dirujuk ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo

Netti menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan UPTD ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) terkait pendampingan. Guru kelas I juga akan mendapatkan penguatan agar mampu memberikan pendampingan sesuai kebutuhan Laylatul. “Dinas Pendidikan tetap memperhatikan pelayanan pendidikan untuk siswa ini,” tegasnya.

Di sisi lain, ibu Laylatul, Sri Wahyuni, 38, mengaku bersyukur anaknya bisa kembali bersekolah di SD Negeri Pranti. Ia berharap putrinya tetap dapat belajar di sekolah yang lokasinya dekat dengan rumah.

Sri mengatakan, putrinya memang mengalami keterlambatan dalam berkomunikasi sejak kecil. Saat ini Laylatul berusia tujuh tahun dan masih kesulitan berbicara dengan lancar. “Harapannya ya biar sekolah di SDN Pranti saja, biar dekat,” ujarnya.

Menurut Sri, sebelumnya sempat ada pembicaraan mengenai sekolah khusus yang lokasinya di kawasan Gedangan. Namun, jarak dan persoalan biaya transportasi menjadi kendala bagi keluarga.

Baca Juga: Harga Daging Sapi Sidoarjo Tembus Rp 135 Ribu, Ini Penyebabnya

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Pranti, DPRD Sidoarjo, dan Dispendikbud Sidoarjo yang telah membantu agar putrinya dapat kembali mengikuti pendidikan di SD Negeri Pranti.

“Saya berterima kasih sekali kepada kepala desa, anggota DPRD Sidoarjo dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo karena telah membantu anak saya lagi masuk sekolah lagi di SD Negeri Pranti mulai besok,” tuturnya. (dik/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar sidoarjo
sdn pranti tidak sekolah Dispendikbud Sidoarjo DPRD Sidoarjo siswi