RADAR SIDOARJO - Untuk pertama kalinya, upacara 17 Agustus digelar di dalam lingkungan Lapas Kelas I Surabaya atau Lapas Porong Sidoarjo dan diikuti sekitar 550 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Upacara yang berlangsung pada Senin (17/8) pagi itu tidak hanya melibatkan warga binaan pemasyarakatan. Forkopimcam Porong, TNI-Polri, kepala desa se-Kecamatan Porong, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga ratusan pelajar SMP dan SMA turut hadir dalam momentum tersebut.
Baca Juga: Kebun Blok Hunian Lapas Porong Sidoarjo Didorong Jadi Lahan Produktif
Yang membuat peringatan semakin menarik, warga binaan juga menampilkan kesenian tradisional jaranan. Pertunjukan tersebut merupakan hasil pembinaan yang telah dilakukan pihak lapas selama hampir tujuh tahun.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya Sohibur Rachman mengatakan, pelaksanaan upacara tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya peringatan 17 Agustus digelar di dalam Lapas Porong dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Baca Juga: 22 Napi Lapas Porong Sidoarjo Kembali Sekolah, Kejar Paket Jadi Bekal Masa Depan
"Alhamdulillah, hari ini kami masyarakat Indonesia, terkhusus di Lapas Kelas I Surabaya, berkat sinergi dan energi positif dari rekan-rekan aparat kecamatan, Polsek dan Koramil, kami melaksanakan momentum upacara 17 Agustus di Lapas Kelas I Surabaya," katanya.
Menurut Sohibur, jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 550 orang. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, kepala desa, serta unsur masyarakat lainnya.
Baca Juga: Jelang HUT RI, 1.103 Narapidana Lapas Porong Sidoarjo Diusulkan Terima Remisi Umum
"Ini sekitar 500 orang lebih, 550. Ini dari unsur TNI, Polri, rekan-rekan mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, kepala desa dan unsur masyarakat lainnya," ujarnya.
Tidak hanya upacara, kegiatan juga menjadi ajang untuk menunjukkan hasil pembinaan warga binaan. Salah satunya melalui penampilan seni kreasi jaranan.
Baca Juga: Lapas Kelas I Surabaya Sabet Penghargaan Ketahanan Pangan di Radar Surabaya Award 2026
Sohibur menjelaskan, kesenian tersebut tidak muncul secara instan. Para warga binaan yang tampil mendapatkan pembinaan sejak dari nol hingga mampu tampil dalam berbagai kegiatan.
"Itu seni kreasi jaranan yang kami didik dari nol. Itu sudah hampir tujuh tahun. Dan setiap event kami tampilkan," ungkapnya.
Ia menyebut, para pemain merupakan warga binaan yang memang memiliki kemampuan di bidang kesenian jaranan. Penampilan mereka dalam upacara kemerdekaan pun mendapat respons positif dari para tamu dan peserta.
"Alhamdulillah tadi saya melihat mereka total saat pelaksanaan kegiatan. Dan alhamdulillah juga antusias dari penonton luar biasa," tuturnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan tali asih kepada lima perwakilan janda veteran. Pemberian tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan kepada keluarga veteran.
"Ini khusus memberikan dari rekan-rekan kecamatan, yaitu janda veteran. Ada lima orang perwakilan yang mendapatkan tali asih," jelas Sohibur.
Selain itu, Lapas Porong turut memamerkan berbagai produk hasil karya warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga keterampilan dan produktivitas.
Rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Lapas Porong juga akan dilanjutkan dengan penyerahan remisi umum kepada narapidana. Penyerahan secara simbolis dijadwalkan berlangsung pada Senin siang dan dihadiri pimpinan daerah serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo.
Penyerahan remisi tersebut juga melibatkan sejumlah satuan kerja pemasyarakatan di wilayah Korwil Surabaya dan sekitarnya, di antaranya Lapas Medaeng, Lapas Sidoarjo, Rutan Gresik, Lapas Porong, dan Rutan Perempuan.
Sohibur berharap momentum kemerdekaan menjadi penyemangat bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan memberikan kontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat.
"Ke depan Indonesia makin baik, Indonesia makin maju, dan kita menjadi bagian yang bisa mengabdikan diri untuk kemaslahatan dan pengabdian kepada NKRI," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo