RADAR SIDOARJO - Kemunculan buaya muara berukuran hampir empat meter kembali membuat warga dan pengemudi perahu di sekitar Sungai Embong Malang hingga Sungai Sidokare, Sidoarjo, waspada.
Reptil tersebut beberapa kali terlihat muncul ke permukaan air hingga berjemur di bantaran sungai.
Baca Juga: Buaya Muara Pemakan Ternak Warga Sepanjang Dua Meter di Tanggulangin Sidoarjo Diamankan
Salah satu kemunculan buaya bahkan terekam oleh pengemudi perahu. Dalam rekaman tersebut, seekor buaya muara berwarna hitam keabu-abuan tampak berjemur di sekitar aliran sungai sebelum masuk kembali ke air setelah sebuah perahu melintas.
Iwan, salah seorang pengemudi perahu, mengatakan kemunculan buaya di kawasan tersebut sudah cukup sering terlihat dalam dua pekan terakhir.
Menurutnya, terdapat sedikitnya dua ekor buaya dengan ukuran berbeda yang berkeliaran di aliran sungai menuju kawasan Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran.
"Kalau yang di video kelihatannya orang dari arah Kedung Peluk yang rekam," kata Iwan.
Baca Juga: Evakuasi Buaya Muara di Tambak Jabon Sidoarjo Masih Gagal, Petugas Lakukan Cara Ini
Ia mengaku juga sempat melihat buaya ketika mengantarkan air menggunakan perahu menuju Kepetingan sekitar dua hari sebelumnya. Buaya yang dilihatnya saat itu berukuran lebih kecil.
"Itu sekitar dua hari yang lalu saya lihat ada buaya berenang saat antar air naik perahu ke Kepetingan," ujarnya.
Baca Juga: Buaya Muara Masuk Tambak Gegerkan Warga di Jabon Sidoarjo, Ini Kesaksiannya
Saat perjalanan kembali menuju dermaga Bluru Kidul, Sidoarjo, Iwan kembali melihat buaya berukuran lebih besar. Reptil tersebut berenang di persimpangan antara Sungai Embong Malang dan Sungai Sidokare.
Baca Juga: Tiga Buaya Muncul di Sungai Desa Kedungpeluk Sidoarjo, Jadi Tontonan Warga
"Kalau masuk permukiman warga belum pernah karena kebanyakan takut orang. Jadi kalau ada perahu mereka langsung nyemplung," jelasnya.
Pengemudi perahu lainnya, Hidayat, membenarkan bahwa kemunculan buaya di kawasan tersebut cukup sering terjadi, terutama pada pertengahan tahun. Buaya biasanya terlihat berenang di permukaan air atau berada di bantaran sungai untuk berjemur.
"Sini memang banyak, cuma kalau yang berjemur di bantaran sungai jarang saya lihat," ungkap Hidayat.
Sementara itu, Humas BPBD Damkar Sidoarjo, Yoli Wisnu, mengimbau masyarakat agar tidak mendekati maupun mengganggu buaya apabila kembali muncul di sekitar sungai.
"Kami mengimbau warga untuk tidak mendekati dan jangan sampai mengganggu buaya jika muncul. Warga juga harus berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Yoli Wisnu.
Yoli menambahkan, masyarakat yang melihat kemunculan buaya dan merasa keberadaannya berpotensi mengganggu atau membahayakan dapat segera melaporkannya melalui layanan Pusdatin 112.
"Jika buaya muncul dan mengganggu, segera laporkan ke Pusdatin 112 agar bisa segera ditindaklanjuti," tegasnya.
Selain itu, pihak desa dapat memasang papan imbauan di sejumlah titik yang menjadi lokasi kemunculan buaya. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan warga maupun pengemudi perahu yang melintas.
Keberadaan papan peringatan diharapkan dapat mencegah warga mendekati habitat buaya dan mengurangi risiko terjadinya serangan, terutama di lokasi yang selama ini menjadi jalur kemunculan reptil tersebut.(sur/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo