22 Napi Lapas Porong Sidoarjo Kembali Sekolah, Kejar Paket Jadi Bekal Masa Depan

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:36 WIB
SEMANGAT: 22 narapidana kejar paket di Lapas Porong Sidoarjo, Selasa (11/8).
SEMANGAT: 22 narapidana kejar paket di Lapas Porong Sidoarjo, Selasa (11/8).

RADAR SIDOARJO - Tembok tinggi dan jeruji besi tak menghalangi warga binaan Lapas Kelas I Surabaya atau Lapas Porong Sidoarjo untuk terus menuntut ilmu.

Sebanyak 22 narapidana mengikuti pembelajaran Kejar Paket A, B, dan C sebagai upaya meningkatkan pendidikan sekaligus menyiapkan bekal sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga: Jelang HUT RI, 1.103 Narapidana Lapas Porong Sidoarjo Diusulkan Terima Remisi Umum

Kegiatan pembelajaran tersebut digelar di Lapas Kelas I Surabaya, Selasa (11/8) pagi, melalui kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Huda.

Puluhan warga binaan tersebut mengikuti pembelajaran sesuai jenjang pendidikan masing-masing. Paket A merupakan pendidikan yang setara dengan sekolah dasar (SD), Paket B setara sekolah menengah pertama (SMP), sedangkan Paket C setara sekolah menengah atas (SMA).

Baca Juga: Lapas Kelas I Surabaya Sabet Penghargaan Ketahanan Pangan di Radar Surabaya Award 2026

Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Surabaya Andik Ariawan mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari pembinaan warga binaan sekaligus bentuk pemenuhan hak mereka untuk memperoleh pendidikan.

Menurutnya, keterbatasan ruang gerak selama menjalani masa pidana bukan menjadi alasan bagi warga binaan untuk berhenti belajar.

Baca Juga: 115 Napi di Lapas Porong Sidoarjo Dipindahkan ke Nusakambangan, Ini Alasannya

Pendidikan justru menjadi salah satu bekal penting agar mereka memiliki kemampuan dan kepercayaan diri ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat.

“Meski berada di balik tembok lapas, kesempatan untuk belajar tetap diberikan sebagai bekal bagi mereka dalam mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: 115 Napi di Lapas Porong Sidoarjo Dipindahkan ke Nusakambangan, Ini Alasannya

Andik menjelaskan, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada masa menjalani pidana. Lebih dari itu, warga binaan perlu dipersiapkan agar mampu menjalani kehidupan secara lebih baik setelah bebas.

Baca Juga: Napi Kasus Asusila Terhadap Anak Lapas Porong Sidoarjo Tobat usai Rutin Ikuti Pembinaan Keagaamaan

Karena itu, program pendidikan melalui Kejar Paket diharapkan tidak sekadar memberikan pengetahuan maupun ijazah kepada warga binaan. Namun juga dapat menumbuhkan motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, serta memperbaiki diri.

“Hak untuk mendapatkan pendidikan tetap kami penuhi. Kami berharap melalui program Kejar Paket ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan ijazah, tetapi juga tumbuh motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesempatan mengikuti pendidikan selama berada di lapas diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga binaan. 

Proses belajar tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola pikir, meningkatkan kemampuan, serta menumbuhkan kemandirian.

Dengan bekal pendidikan yang dimiliki, warga binaan diharapkan lebih siap menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana. 

Harapannya, ketika kembali ke masyarakat, mereka mampu membawa perubahan positif dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.

Program Kejar Paket ini pun menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan di Lapas Kelas I Surabaya, bahwa proses pembinaan tidak berhenti pada menjalani hukuman, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki masa depan yang lebih baik. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Porong Narapidana ilmu Lapas Sekolah