RADAR SIDOARJO - Dugaan keracunan jajanan kantin di SD Islam (SDI) Ar Rahmah, Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo memperketat pengawasan terhadap jajanan di lingkungan sekolah.
Dikbud Sidoarjo kembali menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang jajanan sehat di kantin sekolah. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Baca Juga: Tujuh Sampel Dugaan Keracunan Siswa SD di Sukodono Sidoarjo Diperiksa Lab
Tak hanya mengeluarkan SE, Dikbud juga meminta seluruh sekolah untuk aktif berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk mendapatkan pendampingan terkait jenis jajanan yang diperbolehkan, cara penyimpanan makanan, hingga pengelolaan kantin yang memenuhi standar kesehatan.
Baca Juga: Puluhan Siswa SD di Sukodono Sidoarjo Diduga Keracunan Jajanan, Begini Kondisinya
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Kabupaten Sidoarjo Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd., mengatakan, pihaknya sebenarnya telah menerbitkan SE terkait jajanan sehat sebelumnya.
Namun, adanya dugaan keracunan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingatkan seluruh sekolah agar lebih memperhatikan keamanan pangan bagi siswa.
Baca Juga: Hindari Keracunan, Pemudik Disarankan Bawa Bekal dari Rumah
"Sebenarnya kami sebelumnya sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait dengan jajanan sehat di kantin sekolah. Tetapi ada kejadian ini, kami akan mengingatkan kembali dengan membuatkan surat edaran," ujar Netti, Selasa (11/8).
Menurut Netti, pengawasan jajanan sekolah tidak cukup hanya dilakukan oleh pihak sekolah. Karena itu, sekolah diminta rutin melakukan koordinasi dan mendapatkan pendampingan dari puskesmas di wilayah masing-masing.
"Dan juga kami minta kepada sekolah-sekolah untuk terus berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat di wilayahnya terkait dengan jajanan sehat yang diperbolehkan, bagaimana cara penyimpanan dan lain-lain. Itu harus melakukan koordinasi pendampingan dari Puskesmas," jelasnya.
Selain melalui SE, upaya pencegahan juga dilakukan dengan mendorong pertukaran praktik baik antarsekolah. Melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), sekolah didorong berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kantin sehat.
Terutama dari sekolah-sekolah yang pernah mendapatkan penghargaan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dan Tim Keamanan Pangan Nasional.
"Melalui K3S dan MKKS juga ada kegiatan berbagi praktik baik tentang kantin sehat dari sekolah yang pernah mendapat penghargaan PJAS, Tim Keamanan Nasional," katanya.
Netti menegaskan, sekolah juga diimbau tidak berjalan sendiri dalam memastikan keamanan jajanan yang dikonsumsi para siswa. Pendampingan dari puskesmas setempat dinilai penting untuk memastikan pengelolaan makanan dan minuman di lingkungan sekolah sesuai ketentuan kesehatan.
Sementara itu, Dikbud Sidoarjo telah melakukan langkah awal terkait dugaan keracunan jajanan di SDI Ar Rahmah. Pada Sabtu (8/8), petugas Dikbud langsung melakukan investigasi dengan meminta keterangan kepada pihak yayasan dan sekolah.
Investigasi tersebut dilakukan setelah pihak sekolah sebelumnya diminta menyampaikan kronologi kejadian secara tertulis kepada Dikbud Sidoarjo.
Tak berhenti pada investigasi, Dikbud juga mendatangi RSU Assakinah Medika Sukodono untuk menjenguk siswa yang masih menjalani perawatan. Saat kunjungan tersebut, tercatat enam siswa masih menjalani rawat inap.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons Dikbud Sidoarjo sekaligus upaya memastikan penanganan terhadap para siswa berjalan dengan baik. Di sisi lain, penguatan pengawasan jajanan sekolah diharapkan mampu mencegah munculnya kejadian serupa di lingkungan pendidikan Sidoarjo. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo