Tujuh Sampel Dugaan Keracunan Siswa SD di Sukodono Sidoarjo Diperiksa Lab

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02 WIB
PEMERIKSAAN: Para siswa saat menjalani perawatan usai diduga keracunan.
PEMERIKSAAN: Para siswa saat menjalani perawatan usai diduga keracunan.

RADAR SIDOARJO - Penanganan dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SDI Ar Rahmah, Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, masih terus dilakukan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo telah mengambil tujuh sampel untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, sampel diambil langsung oleh petugas dari lokasi kejadian. Selanjutnya, sampel tersebut diperiksa di laboratorium dan hasilnya diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar satu pekan.

Baca Juga: Puluhan Siswa SD di Sukodono Sidoarjo Diduga Keracunan Jajanan, Begini Kondisinya

“Datang ke lokasi untuk ambil sampel. Hasilnya kurang lebih seminggu,” kata Lakhsmie, Senin (10/8).

Sementara itu, para siswa yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan telah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Kondisi mereka berangsur membaik. Dari sekitar 23 siswa yang dibawa ke rumah sakit pada Jumat (7/8), tujuh pasien telah diperbolehkan pulang pada Minggu (9/8).

Baca Juga: Cegah Keracunan Program MBG, Dinkes Sidoarjo Perketat Pengawasan

Hingga Senin (10/8), seluruh siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit telah diperbolehkan pulang. Namun, Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

“Sudah diaksi Dinkes. Masih menunggu hasil untuk anak-anak dan gurunya masih ada yang opname. Kemarin sudah keluar rumah sakit tujuh orang. Hari ini semua sudah pulang dari rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga: Hindari Keracunan, Pemudik Disarankan Bawa Bekal dari Rumah

Sebelumnya, RSU Assakinah Medika Sukodono juga menangani sejumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah. Humas RSU Assakinah Medika Resti Dwi Anitasari mengatakan, sebagian pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

Pada Minggu (9/8), masih terdapat enam siswa yang menjalani rawat inap untuk mendapatkan observasi dan terapi lanjutan. Para siswa tersebut sebelumnya dibawa ke rumah sakit setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi jajanan frozen food di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Diduga Keracunan AC, Wanita Tewas di Dalam Mobil

Berdasarkan informasi awal dari pihak sekolah, salah satu jajanan yang dikonsumsi siswa adalah odeng, makanan yang dikenal sebagai salah satu jajanan khas Korea. Siswa yang mengalami keluhan merupakan peserta didik kelas III dan IV.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan setelah mereka mengonsumsi jajanan tersebut. Gejala yang dialami cukup beragam, mulai dari tubuh lemas, pusing, nyeri atau sakit perut, hingga sesak napas.

Sebagian siswa juga menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang tindakan medis dan laboratorium. Dari pemeriksaan awal, para siswa diketahui mengalami gangguan pada organ pencernaan.

Kini, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Dinkes Sidoarjo masih melakukan penelusuran dan pengujian terhadap sampel yang telah diambil untuk memastikan apakah keluhan para siswa berkaitan dengan jajanan yang dikonsumsi atau disebabkan faktor lain.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi dasar untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
keracunan Jajan Sukodono Siswa Laboratorium