RADAR SIDOARJO - Kondisi enam siswa SDI Ar Rahmah, Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan sekolah, kini berangsur membaik.
Keenam siswa tersebut masih menjalani perawatan di RSU (Rumah Sakit Umum) Assakinah Medika Sukodono.
Baca Juga: Cegah Keracunan Program MBG, Dinkes Sidoarjo Perketat Pengawasan
Pihak rumah sakit memperkirakan para siswa sudah diperbolehkan pulang pada Senin (10/8), dengan catatan hasil visite dokter menunjukkan kondisi mereka benar-benar stabil.
Humas RSU Assakinah Medika Resti Dwi Anitasari mengatakan, keenam pasien saat ini dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan positif. Mereka masih menjalani observasi dan mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Hindari Keracunan, Pemudik Disarankan Bawa Bekal dari Rumah
"Pasien masih dalam perawatan dan sudah membaik. InsyaAllah besok, Senin (10/8), sudah boleh pulang sambil menunggu visite dokter. Kondisi pasien sudah stabil dan membaik," ujar Resti, Minggu (9/8).
Sebelumnya, sebanyak 23 siswa SDI Ar Rahmah dibawa ke RSU Assakinah Medika pada Jumat (7/8) setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Sebagian siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sedangkan enam siswa masih menjalani rawat inap untuk observasi dan terapi lanjutan.
Baca Juga: Diduga Keracunan AC, Wanita Tewas di Dalam Mobil
Puluhan siswa tersebut diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi jajanan frozen food yang dibeli di lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi awal dari pihak sekolah, jajanan yang dikonsumsi di antaranya odeng, makanan yang dikenal sebagai salah satu jajanan khas Korea.
Para siswa yang terdampak merupakan siswa kelas III dan IV. Keluhan kesehatan mulai dirasakan setelah mereka mengonsumsi jajanan tersebut.
Gejala yang dialami cukup beragam. Mulai dari tubuh lemas, pusing, nyeri atau sakit pada bagian perut, hingga sesak napas.
Begitu tiba di rumah sakit, seluruh siswa langsung menjalani pemeriksaan oleh tim medis. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil sekaligus mengetahui gangguan kesehatan yang dialami.
Sebagian siswa juga menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang tindakan medis dan laboratorium. Dari pemeriksaan awal, para siswa diketahui mengalami gangguan pada organ pencernaan.
Pihak rumah sakit mengapresiasi respons cepat sekolah yang langsung membawa para siswa ke fasilitas kesehatan setelah keluhan mulai muncul. Langkah tersebut dinilai membantu proses penanganan medis sehingga kondisi para siswa dapat segera dipantau dan ditangani sesuai prosedur.
Hingga Minggu (9/8), kondisi seluruh pasien yang masih menjalani perawatan terus dipantau oleh tim medis. Enam siswa tersebut diharapkan dapat pulang pada Senin setelah menjalani visite dokter dan dinyatakan dalam kondisi yang memungkinkan untuk melanjutkan pemulihan di rumah. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo