Bunda PAUD Sidoarjo Sriatun Subandi: Biasakan Anak Mandiri dan Peduli Sejak Dini

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 09:58 WIB
KARAKTER: Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi saat menghadiri Pesta Pramuka Prasiaga di Alun-alun Sidoarjo.
KARAKTER: Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi saat menghadiri Pesta Pramuka Prasiaga di Alun-alun Sidoarjo.

RADAR SIDOARJO - Anak-anak tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik untuk menghadapi masa depan.

Kemandirian, kedisiplinan, keberanian, kemampuan bekerjasama hingga kepedulian terhadap sesama juga harus ditanamkan sejak usia dini melalui pembiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi saat menghadiri Pesta Pramuka Prasiaga di Alun-alun Sidoarjo, Sabtu (8/8).

Baca Juga: Kwarran Pramuka Tulangan Sidoarjo Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pembinaan Generasi Muda 2026–2029

Menurut Sriatun, pendidikan karakter tidak harus dilakukan melalui cara yang rumit. Justru, nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan melalui kebiasaan sederhana yang dekat dengan keseharian anak.

"Misalnya, mengajarkan anak bertanggung jawab atas barangnya sendiri, disiplin mengikuti aturan, menghargai teman, serta berani menyampaikan pendapat," ujarnya.

Baca Juga: Kegiatan Bagi Takjil oleh Gerakan Pramuka Al Fattah Sidoarjo di Bulan Ramadan

Selain itu, anak juga perlu dibiasakan memiliki empati dan kemauan membantu orang lain. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang dapat diterapkan setiap hari, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan.

Nilai-nilai tersebut akan lebih mudah dipahami anak melalui pengalaman langsung. Anak tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga dari apa yang mereka lakukan, rasakan dan alami dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Pramuka Al Fattah Sidoarjo Bagikan 250 Takjil untuk Berbagi Berkah Ramadan

Sriatun menilai kegiatan Pramuka, termasuk Prasiaga, menjadi salah satu sarana yang tepat untuk mengenalkan nilai-nilai tersebut dengan cara yang menyenangkan. 

Melalui aktivitas bermain, bergerak, berkarya, bekerja sama dan berinteraksi dengan lingkungan, anak-anak secara tidak langsung belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, berani dan peduli terhadap sesama.

"Kita tentu ingin anak-anak cerdas secara akademik. Tetapi, kecerdasan itu harus diikuti pula oleh karakter yang baik," tegas perempuan yang juga aktif sebagai anggota DPRD Jawa Timur tersebut.

Ia menyebut, anak perlu memiliki rasa percaya diri, mampu bekerjasama, mandiri, menghargai orang lain, peduli kepada sesama serta memiliki akhlak yang mulia. 

Bekal tersebut dinilai penting agar anak tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Sriatun menegaskan, pembentukan karakter membutuhkan proses panjang dan konsisten. Karena itu, tanggungjawab tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah atau satuan pendidikan.

Keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama bagi anak untuk mengenal sekaligus mempraktikkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

"Karakter anak tidak bisa dibentuk oleh satu pihak. Keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus saling mendukung," jelasnya.

Ketua TP PKK Sidoarjo itu juga mengajak para orang tua untuk terus memberikan pendampingan sekaligus menjadi teladan bagi anak. 

Lingkungan yang aman, nyaman dan ramah anak perlu diciptakan secara bersama-sama agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menurutnya, nilai yang diajarkan di lingkungan pendidikan juga perlu diterapkan secara konsisten di rumah. Dengan begitu, anak tidak mendapatkan pesan yang berbeda antara lingkungan sekolah dan keluarga.

"Yang paling penting adalah membiasakan hal-hal baik sejak kecil," katanya.

Sriatun menambahkan, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus dapat membentuk karakter anak hingga dewasa. 

Ketika anak dibiasakan mandiri, disiplin, menghargai orang lain dan mau bekerja sama sejak kecil, nilai tersebut diharapkan tumbuh menjadi bagian dari kepribadiannya.

"Orang tua memiliki peran besar untuk terus mendukung dan memberikan contoh," pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
bunda Paud Sriatun Akademik Pramuka