Rutan Kelas I Surabaya Sabet Radar Surabaya Awards 2026, Sistem Pengamanan Berlapis Dinilai Berhasil Cegah Love Scamming

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:57 WIB
MEMBANGGAKAN: Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo (dua dari kanan) saat menerima penghargaan ajang Radar Surabaya Award di Vasa Hotel Surabaya, Kamis (30/7) malam. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
MEMBANGGAKAN: Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo (dua dari kanan) saat menerima penghargaan ajang Radar Surabaya Award di Vasa Hotel Surabaya, Kamis (30/7) malam. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RADAR SIDOARJO - Komitmen menjaga keamanan rumah tahanan sekaligus mencegah kejahatan siber dari balik jeruji besi mengantarkan Rutan Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng meraih Radar Surabaya Awards 2026. 

Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Rutan dengan Sistem Pengawasan Terbaik untuk Pencegahan Penipuan Online Berkedok Love Scamming dalam malam penganugerahan di Vasa Hotel Surabaya, Kamis (30/7) malam.

Penghargaan itu menjadi bukti keberhasilan Rutan Medaeng menghadirkan sistem pengamanan yang ketat, modern, dan terintegrasi. 

Tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga melindungi masyarakat dari potensi tindak kejahatan, khususnya penipuan daring yang dikendalikan dari dalam rumah tahanan.

INOVATIF: Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo usai menerima penghargaan ajang Radar Surabaya Award di Vasa Hotel Surabaya, Kamis (30/7) malam. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
INOVATIF: Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo usai menerima penghargaan ajang Radar Surabaya Award di Vasa Hotel Surabaya, Kamis (30/7) malam. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) RI Nezar Patria menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus konten media sosial.

"Jurnalisme adalah ruang penjernih informasi, ruang di mana informasi bisa dijaga dan kita percaya," ujarnya.

Nezar juga mengajak media untuk terus menghadirkan pemberitaan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

"Dulu bad news is good news, namun sekarang kita harus beralih ke good news is a good news," katanya.

Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo mengaku penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh jajarannya agar terus meningkatkan kualitas pengamanan dan pelayanan.

"Mudah-mudahan ini menjadi semangat buat kami, jajaran di Rutan Kelas I Surabaya untuk terus meningkatkan pelayanan ke arah yang lebih baik," ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Bowo itu, keamanan merupakan fondasi utama agar seluruh proses pembinaan warga binaan dapat berjalan optimal.

"Yang pasti yang sudah berjalan ini kita jaga dengan baik dan kita terus selalu memberikan peningkatan terkait pengamanan. Karena ini hal yang sangat penting bagi kami. Keamanan di rutan itu harus terjaga dan harus bersih dari segala macam gangguan kamtib. Kalau ada gangguan, suasana di rutan tidak nyaman dan pembinaan pun tidak berjalan dengan baik," tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi rutan yang aman akan membuat warga binaan lebih tenang menjalani masa pembinaan tanpa melakukan pelanggaran yang tidak diinginkan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Rutan Medaeng menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat sesuai arahan Kementerian dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 

Seluruh pengunjung maupun petugas wajib melewati pemeriksaan menggunakan X-Ray, body scanner, serta didukung pengawasan melalui 112 titik kamera CCTV.

"Sesuai dengan perintah pimpinan, setiap pemeriksaan pengunjung maupun pegawai melalui P2U selalu dilakukan menggunakan X-Ray maupun body scanner yang ada di Rutan Kelas I Surabaya dan alhamdulillah masih berfungsi dengan baik," jelas mantan Karutan Bangil tersebut.

Pengawasan juga diperkuat melalui razia rutin sedikitnya dua kali setiap pekan untuk mencegah masuknya narkoba, telepon genggam ilegal, maupun barang terlarang lainnya.

"Untuk meminimalisir gangguan kamtib di dalam rutan, kami selalu melaksanakan razia secara rutin dua kali dalam seminggu. Jika ada kegiatan insidentil, intensitasnya bisa lebih dari dua kali," katanya.

Ketatnya sistem pengamanan itu terbukti efektif. Pada 1 Juli lalu, petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu yang disembunyikan dalam kemasan susu oleh seorang pengunjung.

Selain itu, pemeriksaan terhadap barang bawaan maupun badan juga diberlakukan bagi setiap orang yang memasuki area rutan, termasuk tahanan yang baru kembali dari persidangan.

"Setiap orang yang masuk, baik petugas maupun pengunjung, kami lakukan pemeriksaan. Barang bawaan maupun badan semuanya digeledah sesuai SOP," ungkap Bowo.

Sebagai upaya mencegah penyalahgunaan alat komunikasi, Rutan Medaeng menyediakan fasilitas Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) dan Kamar Bicara Umum (KBU) di setiap blok. Seluruh aktivitas komunikasi dilakukan secara resmi dan berada dalam pengawasan petugas.

Tidak hanya memperkuat aspek keamanan, Rutan Medaeng juga menghadirkan inovasi pembinaan. Salah satunya dengan menyulap lorong yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi perpustakaan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo.

Perpustakaan yang memiliki sekitar 300 koleksi buku tersebut bahkan dijadikan bagian dari pembinaan disiplin. Warga binaan yang melanggar tata tertib diwajibkan membaca buku, membuat rangkuman, kemudian mempresentasikan isi bacaan kepada petugas.

"Harapan kami bukan hanya memberikan sanksi penutupan sunyi ataupun di sel, tetapi mereka juga mendapatkan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan melalui literasi yang bermanfaat untuk kehidupan setelah bebas nanti," ujarnya.

Selain pembinaan kepribadian melalui program keagamaan, Rutan Medaeng juga mengembangkan pembinaan kemandirian berupa produksi kuliner serta kerajinan anyaman yang bekerja sama dengan pihak ketiga hingga dipasarkan ke luar negeri.

Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro mengatakan Radar Surabaya Awards merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh maupun lembaga yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

"Penganugerahan ini adalah apresiasi atas kontribusi nyata lembaga dalam membangun sinergi demi kemajuan daerah," katanya.

Ia menjelaskan, Radar Surabaya Awards 2026 merupakan bagian dari peringatan 25 tahun perjalanan Radar Surabaya sebagai media yang konsisten mengawal pembangunan di Jawa Timur.

Selain Rutan Kelas I Surabaya, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh nasional dan kepala daerah, di antaranya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Sidoarjo Subandi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti, Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor, serta sejumlah tokoh dan institusi lain yang dinilai berkontribusi besar melalui inovasi, dedikasi, dan pengabdiannya bagi masyarakat. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
surabaya radar surabaya award Rutan Medaeng