RADAR SIDOARJO - Dedikasi tanpa batas yang ditunjukkan Kepala Desa (Kades) Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, H Soleh Dwi Cahyono, akhirnya berbuah penghargaan bergengsi. Sosok yang akrab disapa Abah Soleh itu dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Kategori Kepala Desa Inspiratif untuk Pembangunan Desa di Sidoarjo dalam ajang Radar Surabaya Awards 2026 yang digelar di Ballroom Vasa Hotel Surabaya, Kamis (30/7) malam.
Penghargaan tersebut menjadi istimewa karena Abah Soleh tercatat sebagai satu-satunya kepala desa dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik yang menerima penghargaan dalam ajang tahunan tersebut.
Radar Surabaya Awards merupakan bentuk apresiasi kepada individu maupun institusi yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan di berbagai sektor.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) RI Nezar Patria menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus konten di media sosial.
"Media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus konten media sosial. Jurnalisme adalah ruang penjernih informasi, ruang di mana informasi bisa dijaga dan kita percaya," ujarnya.
Nezar mengajak media untuk terus menghadirkan pemberitaan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Ia juga menilai paradigma pemberitaan harus terus berkembang.
"Dulu bad news is good news, namun sekarang kita harus beralih ke good news is a good news," tegasnya.
Usai menerima penghargaan, Abah Soleh mengaku bersyukur sekaligus mempersembahkan penghargaan tersebut untuk seluruh masyarakat Desa Bringinbendo.
"Terimakasih. Kami mengucapkan selamat kepada Radar Surabaya yang telah memberikan award kepada kami di Desa Bringinbendo. Saya juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Radar Surabaya, Radar Surabaya.id yang ke-9, Radar Sidoarjo.id yang ke-6 dan Radar Gresik.id yang ke-6. Semoga ke depannya semakin jaya. Tetap jaya Radar," ucapnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah hasil kerja seorang diri, melainkan buah kolaborasi seluruh elemen desa.
"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh warga Desa Bringinbendo, perangkat desa, lembaga desa, rekan-rekan media dan seluruh pihak. Tanpa dukungan mereka saya bukan siapa-siapa dan tidak bisa apa-apa. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan Desa Bringinbendo menjadi lebih baik dalam segala hal," katanya.
Sejak dilantik pada 2021, Abah Soleh memang dikenal sebagai pemimpin yang fokus membenahi berbagai persoalan desa. Mulai dari pembangunan infrastruktur, penyelesaian tunggakan pajak Tanah Kas Desa (TKD), hingga pengelolaan sampah berbasis desa melalui TPS3R.
Salah satu pembangunan yang paling dirasakan manfaatnya adalah perbaikan jalan usaha tani menuju TPS3R. Jalur yang sebelumnya berupa jalan makadam sempit kini telah diperlebar dan dipaving sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat.
"Saya berpikir bagaimana jalan desa dan jalan sawah itu bisa diperlebar sehingga bisa diakses mobil pembawa sampah," ungkapnya.
Menurut Abah Soleh, jalan tersebut kini memiliki manfaat yang jauh lebih luas. Selain sebagai jalan usaha tani dan akses menuju TPS, juga dimanfaatkan masyarakat serta menjadi penghubung lintas desa.
Selain membangun akses menuju TPS3R, pemerintah desa juga membuka sejumlah jalan tembus di wilayah yang sebelumnya berupa rawa maupun semak belukar.
"Kita juga sudah membuat jalan-jalan tembus. Di Bringin Wetan ada dua titik yang sudah bisa dilewati, kemudian di Dusun Bendo ada sekitar tiga titik," katanya.
Komitmen pengabdiannya bahkan sudah ditunjukkan sebelum resmi dilantik sebagai kepala desa. Saat itu ia menggunakan dana pribadi untuk memperbaiki akses menuju Balai Desa Bringinbendo.
"Sebelum saya dilantik, saya menggunakan uang pribadi untuk akses ke balai desa agar lebih baik dengan cara dicor. Kurang lebih hampir dua kilometer kita betonisasi dengan dana pribadi dan swadaya masyarakat," tutur pria kelahiran 24 November 1970 tersebut.
Tak hanya itu, ia juga berkomitmen melunasi tunggakan pajak Tanah Kas Desa yang telah menumpuk sejak 1995 dengan nilai sekitar Rp 320 juta.
"Saya berkomitmen melunasi pajak TKD yang nunggak sejak tahun 1995, kurang lebih Rp 320 juta. Sudah bertahun-tahun dan sekarang mendekati lunas. Pengabdian saya di Bringinbendo ini full lahir batin lillahi ta'ala," tegasnya.
Keberhasilan lain yang menjadi perhatian adalah pengaktifan kembali TPS3R yang sebelumnya mangkrak sejak dibangun pada 2018.
"Dulu sebelum ada BUMDes, TPS itu hanya bangunannya saja dan tidak digunakan. Alhamdulillah sekarang sudah melayani sekitar 1.600 pelanggan, termasuk perusahaan domestik, dengan empat armada operasional," ujar Abah Soleh.
TPS3R Bringinbendo kini mampu mengelola lima hingga tujuh ton sampah setiap hari secara mandiri tanpa harus bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon.
"Kita kelola sendiri. Ada proses pemilahan dan pembakaran dengan empat tungku yang lokasinya jauh dari permukiman sehingga tidak mengganggu warga. BUMDes kami juga sudah mampu memberikan Pendapatan Asli Desa setiap tahunnya," jelasnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Desa Bringinbendo juga mengembangkan BUMDes Maju Jaya Makmur melalui lima unit usaha yang kini menjadi sumber peningkatan PADesa sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Di bidang pelayanan dasar, pemerintah desa tetap memprioritaskan penyelenggaraan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), pelatihan kesehatan, pemberdayaan PKK, hingga mengaktifkan kembali Koperasi Wanita (Kopwan).
Ke depan, Abah Soleh juga memiliki cita-cita menjadikan Dusun Bendo sebagai desa wisata.
"Cita-cita saya ke depan, Dusun Bendo akan kita jadikan Desa Wisata. Di situ nanti ada gerai koperasi, kolam pancing dan lapangan. Visi misi saya hanya satu, terus mengabdi untuk masyarakat Bringinbendo," tuturnya.
Semangat pengabdian Abah Soleh juga diakui Bendahara Desa Bringinbendo, Junjung Bagus Catur A., SH. Ia mengungkapkan sang kepala desa kerap menggunakan dana pribadi ketika anggaran pembangunan tidak mencukupi.
"Kepala desa kami kalau ada pembangunan misalnya anggarannya Rp 50 juta lalu kurang, sama beliau ditambahi sendiri. Ini yang membuat saya sebagai bendahara sungkan. Bahkan untuk normalisasi sungai beliau menggunakan alat berat miliknya sendiri, termasuk menanggung sopir dan biaya solar," ungkap Junjung.
Sementara itu, Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro mengatakan Radar Surabaya Awards merupakan bentuk penghargaan kepada tokoh maupun lembaga yang telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
"Radar Surabaya Awards merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh maupun lembaga yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Penganugerahan ini adalah apresiasi atas kontribusi nyata lembaga dalam membangun sinergi demi kemajuan daerah," ujarnya.
Ia menambahkan, Radar Surabaya Awards 2026 menjadi bagian dari peringatan 25 tahun perjalanan Radar Surabaya sebagai media yang konsisten mengawal pembangunan di Jawa Timur.
Selain Abah Soleh, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh nasional, kepala daerah, pelaku usaha, hingga institusi yang dinilai memiliki inovasi, dedikasi, dan pengabdian besar bagi masyarakat. Di antaranya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Sidoarjo Subandi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, serta sejumlah tokoh nasional lainnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo