RADAR SIDOARJO - Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono memastikan kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, memenuhi standar keamanan pangan.
Bahkan, usai memeriksa seluruh proses pengolahan makanan, Bambang mengaku puas dan menilai makanan yang disajikan sehat serta memiliki cita rasa yang tetap lezat meski tanpa menggunakan penyedap rasa atau Monosodium Glutamate (MSG).
Baca Juga: BHS: Nobar Final Piala Dunia Beri Dampak Positif bagi UMKM di Sidoarjo
Hal itu disampaikan Bambang Haryo usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Desa Pagerngumbuk, Selasa (28/7). Dalam sidak tersebut, ia memeriksa secara langsung seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sistem sanitasi dapur, penyimpanan bahan baku, hingga rantai pendingin (cold chain) untuk bahan pangan yang mudah rusak.
"Semua saya cek, mulai dari IPAL sampai penyimpanan bahan makanan. Suhu ruangan, kelembapan, pendinginan semuanya diperhatikan," ujar Bambang Haryo.
Baca Juga: BHS dan Wabup Mimik Desak Tanggul Diperkuat, Percepatan Pembuangan Air Lumpur Porong Sidoarjo
Menurutnya, seluruh proses yang diterapkan SPPG Pagerngumbuk telah mengikuti standar keamanan pangan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Beras premium disimpan di ruangan dengan suhu dan tingkat kelembapan yang terkontrol, sementara bahan makanan seperti daging ayam dan bahan segar lainnya wajib berada di dalam freezer hingga menjelang proses memasak.
Baca Juga: BHS Usul Beras Bulog Diberi Batas Tanggal Penggunaan saat Tinjau Gudang di Sidoarjo
"Ayam dan bahan segar disimpan di freezer dan tidak boleh terlalu lama berada di luar sebelum dimasak karena bisa menyebabkan pembusukan. Ini menurut saya sudah sangat baik," katanya.
Tidak hanya meninjau proses pengolahan, Bambang juga mencicipi langsung menu yang disiapkan bagi para penerima manfaat. Ia mengapresiasi kualitas bahan baku yang digunakan, mulai dari beras premium hingga air mineral berkualitas yang disediakan.
"Saya tadi merasakan makanannya, ternyata enak sekali. Memang mungkin tidak seperti makanan yang banyak micinnya, tetapi justru ini makanan sehat. Tidak ada micin, rasanya tetap enak, seperti makanan rumah sakit yang memang dirancang untuk kesehatan. Ini yang harus dikonsumsi anak-anak sekolah," ungkapnya.
SPPG Desa Pagerngumbuk saat ini melayani sebanyak 2.890 penerima manfaat, mulai dari siswa TK, SD, SMP, SMA hingga balita dan ibu yang mendapatkan layanan melalui Posyandu dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang menangguhkan sementara atau mensuspensi ratusan SPPG di berbagai daerah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi agar seluruh SPPG memiliki standar operasional yang sama.
"Saya pikir pembenahan memang perlu. Suspensi itu bukan berarti langsung memberhentikan. Mereka sudah terlanjur berinvestasi cukup besar. Jadi mungkin disuspensi sementara untuk dilakukan perbaikan, setelah itu bisa bekerja kembali. Yang paling penting adalah penerima manfaatnya tetap mendapatkan pelayanan yang baik," tegasnya.
Ia menilai Sudaryono memiliki kapasitas untuk melakukan pembenahan program MBG sehingga proses standardisasi yang tengah dilakukan akan memperkuat kualitas layanan SPPG di seluruh Indonesia.
"Pak Sudaryono ini orang yang luar biasa. Beliau ahli di bidang yang berkaitan dengan MBG dan manajemen programnya juga bagus. Yang dilakukan sekarang adalah menyempurnakan apa yang sudah berjalan agar seluruh SPPG memenuhi standar yang sama," ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat mengubah pola konsumsi anak-anak yang selama ini cenderung menghabiskan uang saku untuk membeli makanan instan dan kurang sehat.
"Selama ini uang saku anak-anak banyak dibelikan mi instan dan makanan kurang sehat. Kalau terus seperti itu bisa memicu obesitas, diabetes dan penyakit lainnya. Dengan adanya MBG melalui SPPG, anak-anak mendapatkan makanan yang lebih sehat, bergizi dan seimbang," pungkasnya.
Terkait usulan penambahan cakupan penerima manfaat, Bambang menilai pemerintah saat ini tepat memprioritaskan penyempurnaan dan standardisasi SPPG yang telah beroperasi sebelum memperluas layanan ke wilayah lain. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo