Basarnas Uji Kesiapan Tim Lewat Simulasi Bangunan Runtuh di Sedati Sidoarjo

Suryanto • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:59 WIB
LATIHAN: Personel SAR saat melakukan simulasi pertolongan korban bangunan runtuh. 
LATIHAN: Personel SAR saat melakukan simulasi pertolongan korban bangunan runtuh. 

RADAR SIDOARJO - Kantor SAR Surabaya (Basarnas) menggelar simulasi pencarian dan pertolongan korban bangunan runtuh di kawasan Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Simulasi ini menjadi bagian dari National Accreditation Process (NAP) untuk menguji kesiapan personel, peralatan, serta prosedur operasi penyelamatan sesuai standar yang ditetapkan.

Baca Juga: Dua Pemotor Meninggal Jatuh ke Waduk Kalimati Sidoarjo, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi

Dalam simulasi tersebut, tim SAR menghadapi skenario penyelamatan tiga korban yang terjebak di dalam bangunan runtuh akibat gempa bumi. Proses evakuasi dilakukan dengan menerapkan metode International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG).

Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, simulasi tersebut digelar untuk menguji kemampuan Kantor SAR Surabaya dalam menghadapi berbagai skenario kedaruratan, termasuk kondisi terburuk dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Baca Juga: Dua Pemotor Meninggal Jatuh ke Waduk Kalimati Sidoarjo, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi

"Skenario yang diperagakan mulai dari penanganan kecelakaan lalu lintas, evakuasi korban bangunan runtuh atau urban search and rescue, hingga penyelamatan di ketinggian atau high angle rescue," katanya.

Menurut Yudhi, proses sertifikasi NAP dilakukan secara berkala setiap lima tahun. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan operasi SAR, mulai dari sarana dan prasarana, peralatan, kemampuan personel, hingga administrasi operasional.

Baca Juga: BPBD Sidoarjo Evakuasi Ular di Kandang Ayam Warga Kemiri

"Semua itu harus terus dipenuhi dan diperbarui agar kesiapan operasi tetap terjaga," ujarnya.

Simulasi tersebut tidak hanya melibatkan personel internal Basarnas. Sejumlah unsur turut berpartisipasi, di antaranya BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, TNI, Polri, serta unsur swasta yang berperan sebagai observer. "Keterlibatan berbagai instansi itu bertujuan menyamakan persepsi dan alur penanganan ketika terjadi keadaan darurat," imbuhnya. 

Baca Juga: BPBD Sidoarjo hingga Malam Evakuasi Belasan Pohon Tumbang Akibat Diterjang Puting Beliung di Bandara Juanda

Yudhi berharap simulasi ini dapat meningkatkan pemahaman setiap instansi terkait peran dan tanggung jawab masing-masing dalam penanganan keadaan darurat. Dengan demikian, koordinasi dalam operasi pencarian dan pertolongan dapat berjalan lebih efektif.

"Kalau peralatan siap dan kolaborasi bisa berjalan dengan baik, penanganan bencana maupun kecelakaan dapat dilakukan tanpa tumpang tindih kewenangan di lapangan," pungkasnya. (sur/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Korban Simulasi tim sar Sedati pertolongan