Kunjungi Kampus ITS di Sedati Sidoarjo, Kementan Borong Benih Jagung 

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 15:03 WIB
KETAHANAN PANGAN: Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau benih jagung hibrida MTE-09 hasil riset ITS di Kampus ITS Buncitan, Sedati, Sidoarjo, Rabu (22/7).
KETAHANAN PANGAN: Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau benih jagung hibrida MTE-09 hasil riset ITS di Kampus ITS Buncitan, Sedati, Sidoarjo, Rabu (22/7).

RADAR SIDOARJO - Kementerian Pertanian (Kementan) RI memborong benih jagung hibrida varietas MTE-09 hasil pengembangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya senilai Rp 10 miliar.

 Benih tersebut akan didistribusikan secara gratis kepada petani untuk ditanam di lahan seluas 13.000 hektare sebagai upaya meningkatkan produktivitas jagung nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi Kampus ITS Buncitan, Dusun Buncitan, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7).

Baca Juga: Bupati Subandi Dorong Modernisasi Pertanian, Petani Tulangan Terima Bantuan Traktor dari Kementan

Amran mengatakan, varietas MTE-09 dipilih karena memiliki potensi produktivitas hingga 10 ton per hektare. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding rata-rata produktivitas jagung nasional yang pada 2024 mencapai 5,94 ton per hektare.

"Hari ini (kemarin, red) kami langsung melakukan transaksi pembelian. Benih ini akan kami bagikan gratis kepada petani. Kami juga meminta ITS mendampingi petani hingga produktivitas rata-rata bisa mencapai 10 ton per hektare. Kalau target itu tercapai, produksi jagung nasional akan meningkat tanpa perlu menambah luas lahan," ujarnya.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Desa Prasung Buduran Sidoarjo, Gandeng 57 Toko Warga dan Serap Hasil Petani

Menurut Amran, penyaluran benih tahap awal akan diprioritaskan kepada petani di sekitar ITS. Langkah itu dilakukan agar tim peneliti dapat mendampingi proses budidaya sekaligus mengevaluasi performa benih hingga masa panen.

Selain menyerap benih jagung, Kementerian Pertanian juga akan mengadopsi sejumlah inovasi mekanisasi pertanian hasil karya ITS. Di antaranya Traktor Perahu Existing bertenaga listrik yang dapat digunakan di sawah maupun lahan kering, ROPATAMA, yakni transplanter padi listrik empat baris, serta MOCITS (Motor Climber ITS) yang membantu petani memanjat pohon kelapa dengan lebih aman dan efisien.

peBaca Juga: Modernisasi Pertanian di Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono Serahkan Traktor untuk Petani Gedangrowo Prambon

Menurut Amran, pemanfaatan teknologi menjadi strategi utama pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan tanpa harus membuka lahan pertanian baru.

"Kita harus mulai menggunakan teknologi. Kalau masih ada yang perlu disempurnakan, kita sempurnakan bersama. Semua negara maju juga melalui proses seperti itu," katanya.

Baca Juga: Polsek Tarik Sidoarjo Monitoring Ketahanan Pangan Petani Melon

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar pemerintah mengutamakan penggunaan hasil inovasi perguruan tinggi dalam negeri.

"Ini adalah perintah Bapak Presiden, prioritaskan hasil-hasil atau produk-produk dari kampus," tegasnya.

Amran menambahkan, pemerintah terus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah melalui konsep triple helix. Dengan pola tersebut, hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi kampus, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk pengadaan benih padi hasil riset IPB, sekitar Rp40 miliar untuk benih kedelai hasil pengembangan UGM, serta mendukung pengembangan ayam unggul dan teknologi drone pertanian bersama Universitas Hasanuddin.

Sementara itu, Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Pertanian terhadap hasil riset ITS.

"ITS siap mendukung program pemerintah melalui berbagai inovasi mekanisasi pertanian yang kami kembangkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh inovasi yang dipamerkan saat ini masih dalam tahap uji coba lapangan. Apabila hasilnya sesuai harapan, ITS akan menggandeng mitra industri untuk memproduksinya secara massal.

"Jika hasil uji coba berjalan baik, kami akan bekerja sama dengan industri agar teknologi ini bisa diproduksi secara massal dan dimanfaatkan lebih luas," katanya.

Bambang menambahkan, ITS juga telah menyiapkan lahan untuk mendukung pembangunan fasilitas produksi sesuai kebutuhan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki keterbatasan dalam membangun industri secara mandiri sehingga kolaborasi dengan sektor manufaktur menjadi kunci keberhasilan hilirisasi hasil riset.

Kerja sama antara Kementerian Pertanian dan ITS ini menjadi langkah awal hilirisasi inovasi perguruan tinggi menuju sektor pertanian nasional. Pemerintah akan terus mengevaluasi kinerja benih jagung MTE-09 maupun berbagai teknologi mekanisasi tersebut sebelum diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah di Indonesia. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Kampus ITS Petani Benih jagung