RADAR SIDOARJO - Dedikasi para guru yang tetap mengajar di tengah keterbatasan akses menuju SDN Kupang 4 Jabon, Kecamatan Jabon, mendapat perhatian Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Moch Dhamroni Chudlori.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memberikan insentif khusus serta tunjangan transportasi bagi guru yang bertugas di sekolah terpencil tersebut.
Baca Juga: BNNK Sidoarjo Sasar 10 Sekolah, Siapkan 450 Alat Tes Urine
Politikus senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Pak Dham itu menilai perjuangan para guru di SDN Kupang 4 Jabon membutuhkan pengorbanan yang jauh lebih besar dibanding guru yang bertugas di wilayah perkotaan. Karena itu, sudah selayaknya mereka memperoleh penghargaan berupa tambahan kesejahteraan.
"Bu Kadisdik, tolong ada kajian untuk memberikan insentif khusus bagi guru-guru yang bertugas di daerah terpencil seperti ini. Mereka membutuhkan dedikasi yang luar biasa sehingga pemerintah juga harus mengimbanginya dengan insentif yang berbeda dengan guru-guru di daerah perkotaan," tegas Dhamroni, Selasa (21/7).
Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Toko Seragam Sekolah di Sidoarjo Diserbu Pembeli
Menurutnya, akses menuju sekolah yang masih berupa jalan pasir dan bebatuan menjadi tantangan tersendiri bagi para guru. Kondisi tersebut dipastikan semakin berat saat musim hujan.
"Kita lihat sendiri akses masuknya seperti ini. Kalau hujan, saya tidak bisa membayangkan kondisinya. Ini harus menjadi prioritas pemerintah," ujarnya.
Baca Juga: Komisi D DPRD Sidoarjo Dorong Penambahan PKBM, untuk Tangani Ribuan Anak Putus Sekolah
Karena itu, Dhamroni mengusulkan agar tunjangan kinerja (tukin) guru di daerah terpencil dibedakan. Selain itu, pemerintah juga diminta memberikan tunjangan transportasi mengingat biaya operasional dan perawatan kendaraan para guru lebih besar akibat medan yang berat.
"Kalau memang memungkinkan, tukinnya harus dibedakan. Bahkan kalau mereka harus naik motor dengan kondisi jalan seperti ini, harus ada tunjangan transportasi juga. Ini daerah terpencil," katanya.
Baca Juga: Golkar Sidoarjo Buka Akses Pendidikan bagi Warga Putus Sekolah
Ia menilai kondisi SDN Kupang 4 Jabon menjadi bukti masih adanya sekolah yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
"Kita jangan malu mengakui bahwa masih ada sekolah dengan kondisi seperti ini. Justru pemerintah harus fokus ke sini. Berapa pun jumlah siswanya, mereka tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Itu tanggung jawab pemerintah," tuturnya.
Dhamroni mengaku telah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo segera mengkaji pemberian tambahan insentif bagi guru di wilayah terpencil. Bahkan, ia mengusulkan besarannya bisa mencapai tiga kali lipat dari insentif yang selama ini diterima.
"Kalau saya, ya didorong saja tiga kali lipat. Dulu sekitar Rp500 ribu, bisa menjadi Rp1,5 juta. Tentu nanti disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan perencanaan di Disdikbud," ucapnya.
Selain insentif, ia juga meminta pemerintah menyusun regulasi mengenai pemberian tunjangan transportasi khusus bagi guru yang bertugas di daerah dengan akses sulit.
"Kita lihat medannya seperti ini. Saya yakin kendaraan guru pasti cepat rusak, entah bannya atau sokbrekernya. Harus ada kebijakan tunjangan transportasi khusus. Soal regulasinya silakan dicari yang tidak bertentangan dengan aturan. Kalau perlu keputusan bupati, kita dorong Pak Bupati membuatnya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Dhamroni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru SDN Kupang 4 Jabon yang tetap mengabdikan diri di tengah berbagai keterbatasan.
"Saya berterima kasih kepada bapak dan ibu guru di sini. Dengan sabar dan telaten tetap mengajar meski berada di daerah terpencil dengan medan seperti ini. Saya tidak bisa membayangkan kalau hujan kondisinya seperti apa, tetapi mereka tetap tidak mengeluh demi mencerdaskan anak-anak bangsa," ujarnya.
Tak hanya itu, Dhamroni meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan sekolah-sekolah di wilayah terpencil.
"Sesuai arahan Badan Gizi Nasional, daerah 3T harus menjadi prioritas. Tidak ada alasan lagi, sekolah seperti ini harus menjadi super prioritas. Tadi Bu Wabup juga menyampaikan akhir bulan ini programnya mulai berjalan dan akan kami kawal," tegasnya.
Saat ini SDN Kupang 4 Jabon hanya memiliki 12 siswa yang tersebar di lima jenjang kelas, yakni kelas II dua siswa, kelas III tiga siswa, kelas IV empat siswa, kelas V satu siswa, dan kelas VI dua siswa. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut juga tidak memperoleh siswa baru saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo