RADAR SIDOARJO - Stigma bahwa makanan di penjara tidak layak coba dipatahkan oleh Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo. Suasana hangat tampak saat petugas, pejabat struktural, dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) duduk bersama menikmati makan siang dengan menu yang sama, tanpa sekat maupun perlakuan berbeda.
Kegiatan makan siang bersama ini digelar secara bergiliran selama sepekan, mulai dari Blok A, Blok B, Blok C, hingga Blok D. Seluruh peserta menikmati hidangan yang sama, terdiri atas tempe, ayam, sayuran, sambal, dan buah segar sebagai pencuci mulut.
Baca Juga: Napi Kasus Asusila Terhadap Anak Lapas Porong Sidoarjo Tobat usai Rutin Ikuti Pembinaan Keagaamaan
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih humanis antara petugas dan warga binaan.
Selain makan bersama, momen tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi. Warga binaan dapat menyampaikan cerita, keluhan, maupun masukan secara langsung kepada jajaran manajemen lapas.
Baca Juga: Sembunyikan Pil Ektasi di Dalam Mulut, Pengunjung Lapas Porong Sidoarjo Diamankan
"Kami ingin mendobrak sekat dan menghilangkan jarak. Melalui momen sederhana seperti makan siang bersama ini, kami menerapkan pendekatan yang lebih humanis. Ini bukan sekadar berbagi hidangan, melainkan langkah nyata untuk membangun kedekatan emosional, komunikasi yang sehat, dan rasa saling menghormati antara petugas dan warga binaan," ujar Sohibur, Minggu (19/7).
Ia menegaskan, menu makanan yang dinikmati bersama bukan disiapkan khusus untuk kegiatan tersebut. Menurutnya, dapur lapas setiap hari menyajikan makanan bergizi dengan menu yang bervariasi sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan sekaligus menjaga kondisi kesehatan mereka.
Baca Juga: Antisipasi HIV/AIDS, Lapas Porong Sidoarjo Gelar Tes HIV Sukarela bagi Napi
Melalui pendekatan humanis ini, pihak lapas berharap dapat memberikan penguatan mental dan dukungan moral kepada warga binaan sehingga mampu menjalani masa pembinaan dengan baik serta terhindar dari berbagai pelanggaran selama berada di dalam lapas.
Baca Juga: 50 Napi Risiko Tinggi Lapas Porong Sidoarjo Dipindah ke Nusakambangan
"Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa hukuman atau pengawasan yang kaku, tetapi bagaimana kita memanusiakan manusia dan mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti. Kami berharap kedekatan ini bisa terus memotivasi mereka untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo