Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Lima Tahun Nol Sampah ke TPA, TPS3R Bringinbendo Taman Sidoarjo Olah hingga 7 Ton Sampah per Hari

Diky Putra Sansiri • Selasa, 7 Juli 2026 | 16:30 WIB

MANDIRI: Kepala Desa Bringinbendo, Soleh Dwi Cahyono (kanan), mengecek aktivitas TPS3R Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Selasa (7/7). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MANDIRI: Kepala Desa Bringinbendo, Soleh Dwi Cahyono (kanan), mengecek aktivitas TPS3R Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Selasa (7/7). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Di tengah semakin terbatasnya kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo Jabon, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, justru menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat mampu menjadi solusi nyata.

Melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), desa tersebut berhasil mengolah seluruh sampah warganya secara mandiri. Selama lima tahun terakhir, tidak ada satu kilogram pun sampah yang dikirim ke TPA.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Kucurkan Rp 18,14 M untuk Penguatan TPS 3R, Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

Setiap hari, TPS3R Bringinbendo menerima sekitar lima hingga tujuh ton sampah rumah tangga. Meski seluruh proses pemilahan masih dilakukan secara manual, seluruh sampah berhasil diolah sehingga tidak menambah beban TPA Griyo Mulyo Jabon.

Kepala Desa Bringinbendo, Soleh Dwi Cahyono, mengatakan volume sampah yang masuk bervariasi setiap hari. Peningkatan biasanya terjadi pada awal pekan setelah libur akhir pekan.

Baca Juga: Gandeng Pemkab Sidoarjo, Ikatan Alumni Mahasiswa Edukasi Bahaya HIV/AIDS hingga Gerakan Bank Sampah

"Setiap hari rata-rata lima sampai tujuh ton. Hari Senin dan Selasa biasanya mencapai tujuh ton karena merupakan sampah yang menumpuk sejak hari Minggu. Sedangkan Rabu hingga Jumat berkisar lima sampai enam ton," ujarnya.

Menurut Soleh, sejak TPS3R mulai beroperasi pada 2021, seluruh proses pemilahan masih mengandalkan tenaga manusia. Sampah yang datang dalam kondisi tercampur dipilah satu per satu sebelum diproses lebih lanjut.

saBaca Juga: 892 Ton Sampah Per Hari di Sidoarjo, Ancaman Krisis TPA Jabon dalam Tujuh Tahun

"Dari awal memang masih manual. Sampah campur yang datang langsung dipilah. Botol plastik, plastik kemasan, dan jenis sampah lainnya dipisahkan satu per satu," katanya.

Meski hanya mengandalkan peralatan sederhana, TPS3R Bringinbendo mampu bertahan dan menjalankan sistem pengelolaan sampah secara mandiri. Karena itu, pemerintah desa berharap mendapat dukungan untuk meningkatkan kapasitas fasilitas yang ada.

saBaca Juga: Sidak Sampah di Penatarsewu Sidoarjo, Bupati Subandi Soroti Pengelolaan Tak Sesuai Aturan

"Desa kami sudah membuktikan mampu mengelola sampah secara mandiri. Manajemennya juga sudah berjalan. Harapan kami bangunan TPS3R bisa diperluas agar kapasitas pengolahan semakin meningkat," tuturnya.

Sekretaris BUMDes Maju Jaya Makmur (MJM) Bringinbendo, Ivan Yudhistira, menambahkan hingga kini proses pemilahan masih dilakukan tanpa bantuan konveyor maupun mesin pemilah.

"Sampah yang turun dari kendaraan langsung dipilah secara manual. Kami belum memiliki konveyor ataupun alat pemilah," ujarnya.

Menurut Ivan, keterbatasan sarana tidak mengurangi komitmen pengelola dalam mengolah seluruh sampah yang masuk. Sejak beroperasi, TPS3R Bringinbendo tidak pernah mengirim sampah ke TPA.

"Dari awal sampai sekarang tidak pernah membuang sampah ke TPA. Selama lima tahun ini semuanya kami kelola sendiri," tegasnya.

Ivan menjelaskan, bantuan peralatan dari pemerintah akan sangat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah. Paket bantuan standar TPS3R, kata dia, umumnya meliputi pembangunan fasilitas, konveyor pemilah, mesin pencacah, hingga mesin pengolah kompos.

"Setahu kami ada program bantuan sekitar Rp600 juta untuk pembangunan TPS3R. Di dalamnya ada bangunan, konveyor pemilah, mesin pencacah, dan mesin kompos. Kalau bantuan itu bisa kami peroleh, tentu sangat membantu kami sekaligus mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA," jelasnya.

Ia berharap keberhasilan Desa Bringinbendo mengelola sampah secara mandiri selama lima tahun menjadi pertimbangan pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat untuk memberikan dukungan pengembangan fasilitas.

"Kami sudah berusaha dengan kemampuan sendiri dan membuktikan bisa mengelola sampah secara mandiri. Karena itu kami berharap ada dukungan dari pemerintah agar kapasitas TPS3R semakin meningkat dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas," pungkasnya. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Taman #TP2DD #bringinbendo #TPS #Sampah