RADAR SIDOARJO - Kesigapan petugas Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya di Porong kembali terbukti dalam menangani kondisi darurat. Seorang warga binaan berinisial D berhasil melahirkan bayi laki-laki secara normal dengan selamat pada Sabtu (4/7) pagi.
Persalinan itu terjadi lebih cepat dari perkiraan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sebelumnya, D diprediksi baru akan memasuki masa persalinan pada Agustus 2026. Namun, sejak Jumat (3/7) tengah malam, ia mulai merasakan kontraksi yang semakin intens.
Baca Juga: Kunjungi Pacar di Rutan Medaeng Sidoarjo, Perempuan Sembunyikan Sabu di Kotak Susu
Mengetahui kondisi tersebut, tenaga kesehatan bersama petugas pengamanan langsung melakukan pemantauan intensif di Klinik Pratama Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya. Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap stabil.
Menjelang subuh, tenaga medis memastikan proses persalinan telah memasuki tahap pembukaan. Petugas pun memutuskan untuk merujuk D ke Puskesmas Porong agar mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap.
Baca Juga: Overkapasitas, Rutan Medaeng Sidoarjo Pindahkan 260 Napi ke Sejumlah Lapas
Ambulans segera disiapkan, administrasi rujukan dilengkapi, dan koordinasi dilakukan agar proses evakuasi berjalan cepat. Namun, proses persalinan berkembang sangat pesat. Sebelum sempat diberangkatkan ke puskesmas, D melahirkan bayi laki-laki di Klinik Pratama Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya.
Berkat kesiapsiagaan tenaga kesehatan yang telah bersiaga sejak awal, persalinan normal berhasil ditangani dengan baik. Ibu dan bayi pun berada dalam kondisi sehat dan selamat.
Baca Juga: Tes Urine Mendadak di Rutan Medaeng Sidoarjo Sasar 294 Warga Binaan, Ini Hasilnya
Usai mendapatkan penanganan awal, ibu dan bayi tetap dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Porong untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan observasi medis.
Bidan Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, Anggraeni, mengatakan seluruh petugas telah bersiaga sejak kontraksi pertama dirasakan karena usia kehamilan belum memasuki hari perkiraan lahir.
Baca Juga: Razia Blok Rutan Medaeng Sidoarjo, Petugas Temukan Barang Mengejutkan
"Kami melakukan pemantauan secara intensif sejak awal. Ketika diketahui sudah terjadi pembukaan, kami langsung memutuskan untuk melakukan rujukan. Namun, proses persalinan berkembang sangat cepat sehingga bayi lahir sebelum keberangkatan. Syukurlah semua petugas telah siap memberikan pertolongan," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, Widyawati, mengapresiasi seluruh petugas yang bergerak cepat dan bekerja secara terkoordinasi dalam menangani kondisi darurat tersebut.
Menurutnya, pelayanan kesehatan bagi warga binaan, terutama yang menyangkut keselamatan jiwa, menjadi prioritas utama.
"Kami selalu menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam setiap pelayanan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan jiwa. Saya juga mengapresiasi kerja sama regu pengamanan dan tenaga kesehatan yang sigap memberikan penanganan terbaik. Berkat koordinasi yang baik, ibu dan bayi dapat melalui proses persalinan dengan aman dan selamat," katanya.
Rasa syukur juga disampaikan D. Ia mengaku tidak menyangka akan melahirkan lebih cepat dari perkiraan. Meski demikian, ia merasa tenang karena terus mendapatkan pendampingan dari petugas.
"Saya meminta maaf karena sudah merepotkan banyak petugas. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu saya dengan sabar. Saya benar-benar bersyukur karena saya dan bayi saya mendapatkan pertolongan dengan cepat hingga akhirnya bisa selamat," tuturnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista