Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Bupati Wajibkan ASN Kenakan Batik Khas Sidoarjo dan Udeng Pacul Gowang

Diky Putra Sansiri • Jumat, 3 Juli 2026 | 12:39 WIB
ELEGAN: Bupati Sidoarjo Subandi bersama istrinya, Sriatun, mengenakan batik khas Sidoarjo di salah satu kegiatan fashion show di Pendapa Delta wibawa.
ELEGAN: Bupati Sidoarjo Subandi bersama istrinya, Sriatun, mengenakan batik khas Sidoarjo di salah satu kegiatan fashion show di Pendapa Delta wibawa.

RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengambil langkah konkret untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya lokal. Mulai tahun ini, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemkab Sidoarjo diwajibkan mengenakan batik khas Sidoarjo sebagai pakaian dinas harian. Khusus pegawai pria, penggunaan batik juga dilengkapi udeng Pacul Gowang pada kegiatan tertentu.

Baca Juga: Bupati Subandi Minta ASN Pakai Batik Sidoarjo, Surat Edaran Diterbitkan Mulai Senin

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sidoarjo Nomor 000.8/7922/438.1.3.1/2026 tentang Penggunaan Pakaian Dinas Harian (PDH) Batik yang ditetapkan pada 29 Juni 2026. Aturan itu merupakan tindak lanjut dari Pasal 7 dan Pasal 8 Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 56 Tahun 2025 tentang Pakaian Dinas ASN.

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, kebijakan tersebut tidak sekadar mengatur seragam kerja ASN. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada para perajin batik lokal agar produk mereka semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas.

Baca Juga: TP PKK Sidoarjo Perkuat Posyandu dan Ajak Kader Gunakan Batik Lokal

"Kita terus membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai jual produk lokal, serta membuktikan bahwa kualitas kain dan kerajinan Sidoarjo mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional," ujar Subandi, Jumat (3/7).

Ia menambahkan, Pemkab Sidoarjo berkomitmen menjaga keberlangsungan batik khas daerah melalui berbagai program, mulai dari promosi, pendampingan bagi para perajin, hingga kemudahan perizinan dan akses permodalan bagi pelaku usaha kreatif.

Baca Juga: Stan UMKM Komunitas Disabilitas Meriahkan Bazar UMKM Sidoarjo 2025, Produk Sandal Batik hingga Olahan Stroberi Organik

"Pemkab Sidoarjo akan terus memberikan pendampingan kepada para perajin batik. Kemudahan perizinan serta bantuan akses permodalan bagi pelaku usaha kreatif juga akan terus kami berikan," katanya.

Berdasarkan surat edaran tersebut, kewajiban mengenakan batik khas Sidoarjo berlaku bagi seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Pemkab Sidoarjo, termasuk kepala perangkat daerah, kepala UPTD, kepala sekolah, kepala desa dan lurah, hingga direktur BUMD. Batik khas Sidoarjo wajib dikenakan setiap hari Kamis.

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Pemula Menggandeng BUMDes untuk Peningkatan Produksi Pengrajin Batik Suwaluh

Sementara itu, setiap hari Jumat dan pada peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, ASN diwajibkan mengenakan batik, tenun, atau lurik.

Khusus bagi pegawai pria, saat apel pagi, menerima tamu, maupun menghadiri kegiatan kedinasan yang bersifat seremonial, penggunaan batik dilengkapi dengan udeng model Pacul Gowang bermotif batik khas Sidoarjo.

BABaca Juga: Kenalkan Batik Khas Sidoarjo, Karang Taruna Desa Waru Gelar Workshop Membatik

Tak hanya itu, pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo setiap 31 Januari maupun peringatan hari besar kebudayaan, ASN diwajibkan mengenakan pakaian adat khas daerah. Pegawai pria mengenakan sembong dan udeng bermotif batik khas Sidoarjo, sedangkan pegawai wanita menggunakan kain bawahan bermotif batik khas Sidoarjo.

Bagi perangkat daerah maupun UPTD yang menerapkan enam hari kerja, penggunaan batik khas Sidoarjo juga diberlakukan setiap hari Sabtu.

Subandi berharap kebijakan tersebut mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, khususnya para perajin batik tulis Sidoarjo.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Sidoarjo untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, khususnya karya para pelaku UMKM Sidoarjo. Dengan membeli produk UMKM lokal, kita turut membantu menggerakkan roda ekonomi ribuan keluarga di Sidoarjo sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah," tegasnya.

Ia berharap batik khas Sidoarjo tidak hanya menjadi pakaian dinas ASN, tetapi juga berkembang menjadi identitas daerah yang membanggakan dan semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#ASN #Subandi #Udeng #Batik #Bupati