RADAR SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Sidoarjo akan diwajibkan mengenakan batik khas Sidoarjo.
Kebijakan tersebut akan dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati yang diterbitkan mulai Senin (29/6).
Baca Juga: Bupati Subandi Dorong Modernisasi Pertanian, Petani Tulangan Terima Bantuan Traktor dari Kementan
Instruksi tersebut disampaikan Subandi saat menutup Pesona Wastra Sidoarjo 2026 di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo, Sabtu (27/6) malam.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat Sidoarjo untuk mencintai sekaligus menggunakan produk-produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Prioritaskan Kontraktor Lokal Garap Proyek, Ini Alasannya
"Besok Senin saya minta Bu Sekda bikin SE warga Sidoarjo pakai batik Sidoarjo. Saya minta tolong semua ASN Kabupaten Sidoarjo memakai batik khas Sidoarjo," tegas Subandi.
Menurutnya, penggunaan batik khas Sidoarjo bukan sekadar memperkuat identitas daerah, tetapi juga menjadi langkah nyata meningkatkan daya saing para perajin batik dan pelaku UMKM lokal.
Baca Juga: Desa Tak Punya Lahan, Bupati Sidoarjo Arahkan Koperasi Merah Putih Tetap Jalan lewat Pasar Murah
Subandi mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola konsumsi dengan mengutamakan produk dalam negeri, khususnya hasil karya UMKM Sidoarjo.
"Utamakan produk UMKM Sidoarjo. Dengan membeli produk UMKM lokal, kita sedang membantu memutar roda ekonomi ribuan keluarga pekerja di Sidoarjo dan menjaga kemandirian ekonomi Sidoarjo," ujarnya.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Wajibkan ASN Jadi Anggota Koperasi Merah Putih
Ia menegaskan Pemkab Sidoarjo akan terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha kreatif melalui berbagai program, mulai dari pendampingan usaha, kemudahan perizinan hingga akses permodalan.
Namun, menurutnya, keberhasilan program tersebut juga bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menggunakan produk lokal.
"Melalui kegiatan ini, kita membuka akses pasar yang lebih luas, menaikkan nilai jual produk lokal, serta membuktikan bahwa kualitas kain dan kerajinan Sidoarjo mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional," katanya.
Subandi menyebut Pesona Wastra Sidoarjo 2026 bukan sekadar pameran kain maupun agenda seremonial tahunan. Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi sekaligus fasilitasi bagi pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Selama dua hari pelaksanaannya, Pesona Wastra Sidoarjo 2026 menampilkan beragam batik tulis khas Sidoarjo, karya desainer lokal, hingga produk kerajinan dan kuliner UMKM.
Pada malam penutupan, puluhan rancangan busana batik karya desainer Sidoarjo diperagakan dalam fashion show yang juga diikuti Bupati Subandi bersama istrinya, Sriatun Subandi, jajaran Forkopimda, serta para kepala OPD beserta pasangan.
Menutup sambutannya, Subandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Pesona Wastra Sidoarjo 2026.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, perajin kain, desainer, dan pelaku usaha yang telah menyukseskan gelaran luar biasa ini," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista