RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 18 miliar untuk peningkatan dan pemeliharaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan volume sampah yang masih banyak berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon, setiap harinya.
Baca Juga: Gandeng Pemkab Sidoarjo, Ikatan Alumni Mahasiswa Edukasi Bahaya HIV/AIDS hingga Gerakan Bank Sampah
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, dari total anggaran tersebut, sebesar Rp 14,12 miliar dialokasikan untuk peningkatan kapasitas 77 TPS 3R di berbagai wilayah Sidoarjo.
“Anggaran ini digunakan untuk pengadaan mesin pemilah sampah, conveyor, insinerator, hingga kendaraan operasional roda tiga untuk mendukung peningkatan kapasitas pengolahan di TPS 3R,” ujar Subandi.
Baca Juga: 892 Ton Sampah Per Hari di Sidoarjo, Ancaman Krisis TPA Jabon dalam Tujuh Tahun
Selain itu, Pemkab juga mengalokasikan Rp 4,02 miliar untuk mempertahankan kinerja 22 TPS 3R yang selama ini dinilai sudah berjalan optimal.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, saat ini terdapat 210 TPS 3R yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, 86 TPS 3R masih berkinerja rendah, sementara 25 TPS 3R lainnya tidak aktif.
asBaca Juga: Persoalan Sampah Masih Jadi PR, Pemkab Sidoarjo Siapkan Sanksi Tegas untuk Pelanggar
Untuk itu, Pemkab Sidoarjo tengah melakukan pemetaan menyeluruh guna mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penguatan sarana dan prasarana.
“Kita berusaha memetakan seluruh persoalan TPS 3R yang ada di Sidoarjo,” kata Subandi.
Baca Juga: Sidak Sampah di Penatarsewu Sidoarjo, Bupati Subandi Soroti Pengelolaan Tak Sesuai Aturan
Hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program dan penganggaran penanganan sampah ke depan. Pemerintah memastikan setiap kebijakan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kemampuan APBD.
“Semua program akan disusun berdasarkan hasil pemetaan, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di tingkat desa,” jelasnya.
Subandi mengungkapkan, tantangan pengelolaan sampah di Sidoarjo masih cukup besar. Setiap hari, timbulan sampah mencapai 892,26 ton yang masuk dalam sistem pengelolaan persampahan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 534 ton atau hampir 59 persen masih langsung dibuang ke TPA Griyo Mulyo. Sementara itu, sampah tercampur yang masuk ke TPA mencapai 77,24 persen.
Selain itu, sekitar 86,58 ton atau 9,70 persen merupakan sampah liar yang dibuang sembarangan di berbagai lokasi.
Kondisi tersebut menjadi alasan Pemkab Sidoarjo terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui optimalisasi TPS 3R di tingkat desa.
“Kita ingin mewujudkan Sidoarjo yang lebih asri. Semua pihak harus terlibat karena persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista