Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

HIPMI Sidoarjo Perkuat Sinergi dengan Pemkab, Usung Roadmap Ekonomi Berbasis Investasi, UMKM, dan Hilirisasi

Vega Dwi Arista • Rabu, 24 Juni 2026 | 20:02 WIB
SINERGITAS: Pengurus Hipmi Sidoarjo saat bertemu dengan Bupati Sidoarjo Subandi.
SINERGITAS: Pengurus Hipmi Sidoarjo saat bertemu dengan Bupati Sidoarjo Subandi.

RADAR SIDOARJO – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sidoarjo menyiapkan sebuah Roadmap Sinergi Strategis HIPMI Sidoarjo dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026–2030.

Tujuannya sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

Roadmap tersebut dipaparkan dalam forum diskusi yang berlangsung di Ruang Opsroom Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (24/6).

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, jajaran pengurus HIPMI Sidoarjo, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Forum tersebut menjadi wadah untuk menyelaraskan gagasan dunia usaha dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Sidoarjo lima tahun ke depan.

Roadmap ini disusun berdasarkan berbagai tantangan sekaligus peluang yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Sidoarjo tercatat sekitar 5,63 persen, menunjukkan tren yang positif.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, di antaranya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih berada di angka 5,75 persen, tertinggi di Jawa Timur, serta tingkat kemiskinan sekitar 4,40 persen.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi hampir 50 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sidoarjo.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi Sidoarjo cukup kuat. Namun manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku UMKM karena masih banyak yang belum mampu masuk ke dalam rantai pasok industri.

Selain itu, masih terdapat aset-aset daerah yang belum dimanfaatkan secara produktif sehingga belum memberikan nilai tambah ekonomi maupun kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, S.Kom., mengatakan bahwa roadmap tersebut bukan sekadar program kerja organisasi, melainkan sebuah tawaran konsep pembangunan ekonomi yang disusun berdasarkan kondisi riil Kabupaten Sidoarjo.

"HIPMI ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi pengusaha, tetapi sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Roadmap ini kami susun berdasarkan data, potensi daerah, serta berbagai tantangan yang dihadapi saat ini. Kami ingin membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, optimalisasi aset daerah, hingga hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan," ujar Zakaria.

Menurutnya, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, koperasi, BUMD, dan masyarakat.

"Pemerintah memiliki kebijakan dan regulasi, HIPMI memiliki jejaring dunia usaha dan inovasi, perguruan tinggi memiliki riset dan sumber daya manusia, sedangkan masyarakat menjadi pelaku utama ekonomi. Ketika seluruh elemen ini bergerak bersama, saya optimistis Sidoarjo mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia," tambahnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, HIPMI menawarkan lima agenda strategis yang diharapkan mampu menjadi bagian dari arah pembangunan ekonomi Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2030.

Membangun Talenta dan Wirausaha Baru
Agenda pertama diwujudkan melalui pembentukan HIPMI Talent & Entrepreneur Center yang difokuskan untuk menjawab persoalan pengangguran dan kesenjangan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia industri.

Program ini meliputi penyelenggaraan Talent Matching melalui job fair digital, pembangunan basis data tenaga kerja lokal, hingga mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan-perusahaan anggota HIPMI.

HIPMI juga akan menjalankan program Internship atau magang selama tiga hingga enam bulan bagi lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi agar memiliki pengalaman kerja sebelum memasuki dunia industri.

Sebagai upaya mencetak pengusaha muda baru, HIPMI akan menghadirkan Young Entrepreneur Academy yang memberikan pelatihan kewirausahaan, digital marketing, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), serta manajemen keuangan bagi generasi muda dan pelaku UMKM.

Melalui program tersebut diharapkan lahir lebih banyak wirausaha baru, meningkatnya kualitas sumber daya manusia, serta bertambahnya kesempatan kerja di Kabupaten Sidoarjo.

Menghubungkan UMKM dengan Industri Besar

Sebagai daerah industri, Sidoarjo memiliki ribuan UMKM yang berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan-perusahaan besar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, HIPMI menawarkan program UMKM Naik Kelas dan Masuk Rantai Pasok Industri melalui pembangunan Vendor UMKM Database, pembentukan Klinik Sertifikasi, serta penyelenggaraan Business Matching secara berkala antara UMKM dengan industri besar, hotel, rumah makan, dan pusat perbelanjaan.

Program ini ditargetkan mampu meningkatkan jumlah UMKM tersertifikasi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan nilai transaksi ekonomi daerah.

Optimalisasi Aset Daerah Menjadi Penggerak Investasi

HIPMI juga mengusulkan Sidoarjo Investment & Productive Asset Initiative, yakni pemetaan aset-aset pemerintah yang belum produktif untuk dikembangkan menjadi Business Hub, Creative Hub, sentra UMKM, gudang logistik, maupun rumah produksi bersama.

Selain itu, HIPMI mengusulkan pembentukan Sidoarjo Investment Forum beserta Investment Project Book sebagai media promosi investasi yang memuat berbagai potensi aset dan peluang kerja sama yang dapat ditawarkan kepada investor.

Hilirisasi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan sebagai Motor Ekonomi Baru
Salah satu gagasan utama yang disampaikan HIPMI adalah pengembangan hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru Kabupaten Sidoarjo.

HIPMI menilai komoditas udang dan bandeng yang telah menjadi identitas Kabupaten Sidoarjo harus dikembangkan tidak hanya sebagai produk primer, tetapi juga sebagai industri pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Program tersebut dirancang melalui pembangunan ekosistem agro-maritim terintegrasi yang menghubungkan petani, peternak, pembudidaya ikan, koperasi, UMKM, industri pengolahan, hingga jaringan distribusi dalam satu rantai nilai.

HIPMI juga mengusulkan agar Perumda Aneka Usaha Kabupaten Sidoarjo diperkuat perannya sebagai offtaker sekaligus pengolah utama hasil pertanian, peternakan, dan perikanan masyarakat sehingga mampu menjamin penyerapan hasil produksi sekaligus menghasilkan produk olahan bernilai tambah.

Menurut Zakaria, Kabupaten Sidoarjo memiliki captive market yang sangat potensial.

"Kami melihat Perumda Aneka Usaha dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Produk-produk hasil olahan dapat dipasarkan melalui berbagai saluran yang terintegrasi, mulai dari pemenuhan kebutuhan ASN sesuai mekanisme yang berlaku, jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga masyarakat umum. Jika ekosistem ini dibangun dengan baik, maka manfaatnya bukan hanya meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, pembudidaya ikan, dan UMKM, tetapi juga membuka sumber-sumber PAD baru bagi Kabupaten Sidoarjo," jelasnya.

Mendorong Transformasi Digital dan Ekonomi Hijau

Sebagai agenda terakhir, HIPMI menawarkan Sidoarjo Green & Digital Business Transformation melalui pembentukan HIPMI Digital Academy, pelatihan pemanfaatan AI, e-commerce, digital branding, data analytics, serta Green Business Program yang mendorong praktik usaha ramah lingkungan.

Seluruh anggota HIPMI juga akan dihubungkan melalui Smart Business Community sebagai platform digital untuk memperkuat kolaborasi dan jejaring usaha.

Menanggapi paparan tersebut, Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. memberikan apresiasi atas inisiatif HIPMI yang menyusun roadmap pembangunan ekonomi secara komprehensif.

"Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengapresiasi langkah HIPMI yang menghadirkan gagasan pembangunan ekonomi berbasis kolaborasi. Banyak program yang disampaikan sejalan dengan arah pembangunan daerah, terutama dalam penguatan UMKM, peningkatan investasi, optimalisasi aset daerah, serta pengembangan potensi unggulan Kabupaten Sidoarjo," kata Subandi.

Menurutnya, pembangunan daerah memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi dunia usaha.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan HIPMI menjadi penting karena dunia usaha memiliki pengalaman, jejaring, dan inovasi yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kami berharap komunikasi dan kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar berbagai gagasan yang baik dapat diwujudkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Subandi juga menilai penguatan hilirisasi produk lokal melalui peran Perumda Aneka Usaha merupakan salah satu langkah strategis yang layak dikembangkan.

"Potensi pertanian, peternakan, dan perikanan Sidoarjo sangat besar. Jika dikelola secara terintegrasi mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran, tentu akan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap membangun komunikasi lebih lanjut agar berbagai gagasan yang disampaikan HIPMI dapat disinergikan dengan program pembangunan daerah," pungkasnya.

Melalui lima agenda besar tersebut, HIPMI Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, penguatan UMKM, optimalisasi aset daerah, hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, hingga transformasi digital dan ekonomi hijau.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, HIPMI, dunia usaha, perguruan tinggi, koperasi, BUMD, dan masyarakat, Kabupaten Sidoarjo diharapkan mampu tumbuh sebagai pusat industri, perdagangan, kewirausahaan, dan pengolahan agro-maritim yang maju, inklusif, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah secara berkelanjutan. (vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#roadmap #pemkab #Hipmi #UMKM #Bupati