RADAR SIDOARJO - Kesigapan personel Polsek Krian berhasil mencegah seorang pemuda melakukan tindakan membahayakan diri sendiri diduga karena masalah asmara. Pemuda tersebut sebelumnya sempat menyampaikan niat untuk mengakhiri hidup dengan terjun di kawasan Cangar, Kabupaten Mojokerto, Senin (22/6) malam.
Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah kos di Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Aksi tersebut berhasil dicegah setelah polisi menerima laporan dari orang terdekat dan langsung melakukan penanganan.
Baca Juga: Tersangka Dugaan Rudapaksa di Padepokan Sidoarjo Mangkir Panggilan Polisi
Kapolsek Krian AKP Galih Putra Samodra mengatakan, laporan awal diterima dari kekasih pemuda tersebut yang merasa khawatir setelah mengetahui adanya niat untuk melakukan tindakan nekat.
Mendapat informasi tersebut, anggota Polsek Krian langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi pemuda tersebut sekaligus memberikan pendampingan.
"Begitu menerima laporan dari pihak keluarga maupun orang terdekat, anggota kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memberikan pendampingan. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama sehingga langkah cepat harus segera dilakukan," ujar AKP Galih, Selasa (23/6).
Menurutnya, kejadian bermula ketika pemuda tersebut mengungkapkan keinginannya melakukan tindakan nekat kepada kekasihnya. Merasa khawatir dengan kondisi sang pacar, perempuan tersebut kemudian meminta bantuan dengan melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Krian.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pendekatan secara persuasif dan humanis. Polisi berupaya membangun komunikasi agar pemuda tersebut dapat menenangkan diri serta bersedia menceritakan permasalahan yang sedang dihadapinya.
"Anggota melakukan komunikasi secara intens dan humanis agar yang bersangkutan merasa diperhatikan serta tidak mengambil keputusan yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Alhamdulillah, situasi dapat dikendalikan dan yang bersangkutan bersedia diajak berdialog," jelasnya.
Berkat pendekatan tersebut, kondisi pemuda itu berangsur membaik dan rencana tindakan berbahaya tersebut berhasil dicegah. Polisi kemudian melakukan koordinasi dengan pihak keluarga maupun orang terdekat untuk memberikan dukungan dan pendampingan lanjutan.
AKP Galih mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya, terutama apabila menemukan seseorang yang menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan berat atau berpotensi membahayakan diri sendiri.
"Peran keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar sangat penting dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jika ada warga yang membutuhkan bantuan atau pendampingan, segera hubungi pihak kepolisian agar dapat ditangani bersama," pungkasnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista