RADAR SIDOARJO - Kekhawatiran warga terhadap kondisi tanggul penahan lumpur di kawasan Porong, Sidoarjo, mendapat perhatian dari Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS).
Hingga saat ini, PPLS memastikan kondisi tanggul masih aman dan belum masuk kategori kritis.
Berbagai upaya mitigasi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas tanggul, mulai dari pemantauan ketinggian air hingga pengaliran lumpur dari dalam waduk menuju Sungai Porong guna menjaga kapasitas tampung area penampungan lumpur.
Baca Juga: Rembesan Tanggul Lumpur Porong Sidoarjo Makin Deras, Warga Khawatir Jebol
Perwakilan PPLS Willem S mengatakan, pengaliran lumpur tidak dilakukan sepanjang hari. Aktivitas tersebut menyesuaikan jam kerja yang telah diatur dalam kontrak dengan sistem kerja bergantian atau shift.
“Tidak. Pengaliran dilakukan sesuai jam kerja yang telah ditetapkan secara kontraktual. Sistemnya menggunakan shift, satu shift selama delapan jam,” ujarnya.
Baca Juga: DPR RI Minta BNPB-Basarnas Siaga di Lumpur Porong Sidoarjo
Dalam kondisi tertentu, lanjut Willem, pengaliran dapat dilakukan hingga dua shift atau menyesuaikan kebutuhan berdasarkan situasi di lapangan.
Ia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian utama PPLS saat ini adalah ketinggian air di dalam area waduk lumpur. Terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat meningkatkan volume air hingga berisiko meluap.
Baca Juga: Tanggul Lumpur Rawan Jebol, DPRD Sidoarjo Desak Langkah Antisipasi
“Sudah ada beberapa instrumen yang kami pasang di sekitar tanggul untuk melakukan pemantauan. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi air. Saat hujan dengan intensitas tertentu, ketinggian air bisa naik dan berpotensi melimpas,” jelasnya.
Menurut Willem, pengaliran lumpur ke Sungai Porong merupakan langkah mitigasi untuk menjaga kapasitas penyimpanan waduk. Dengan berkurangnya volume lumpur di dalam waduk, tekanan terhadap area penampungan dapat tetap terkendali.
Baca Juga: Tanggul Lumpur Porong Sidoarjo Titik 68 Rembes, Ribuan Warga Resah
“Penanganan yang kami lakukan sifatnya mitigasi, terutama di permukaan. Kami mengalirkan lumpur dari dalam waduk agar keluar sehingga kapasitas penyimpanan (storage) tetap terjaga,” terangnya.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Desak Lapindo Tuntaskan Ganti Rugi Korban Lumpur
Selain pengelolaan volume lumpur, PPLS juga rutin melakukan pengawasan terhadap kondisi tanggul. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan struktur penahan lumpur tetap stabil dan mampu menjalankan fungsinya.
“Tanggul menjadi bagian dari mitigasi dan perhatian kami. Kami selalu menjaga agar tanggul tetap aman dan stabil. Setiap tahun juga dilakukan pengaliran secara kontraktual untuk mengurangi kapasitas lumpur yang ada di dalam waduk,” katanya.
Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi tanggul jebol, Willem menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, kondisi tanggul masih dalam keadaan aman.
“Kalau dikatakan kritis sebenarnya tidak. Struktur utama tanggul yang berada di bawah masih menjadi penahan utama, sedangkan bagian atas merupakan tambahan. Untuk stabilitas tanggul sendiri masih aman. Yang harus benar-benar diperhatikan adalah kondisi airnya,” tegasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista