RADAR SIDOARJO - Tiga jemaah haji asal Kabupaten Sidoarjo dilaporkan meninggal dunia dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji 2026. Dua jemaah wafat setelah kembali ke Tanah Air akibat sakit, sementara satu jemaah lainnya meninggal dunia saat masih berada di Makkah.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sidoarjo Eliana membenarkan adanya tiga jemaah asal Sidoarjo yang meninggal dunia.
“Pasca haji, yang wafat ada dua orang di Tanah Air. Pak Edi Sucipto, jemaah kloter 57, meninggal pada 19 Juni 2026. Beliau bersama kloternya tiba di Indonesia pada 16 Juni 2026,” ujar Eliana, Senin (22/6).
Selain Edi Sucipto, jemaah lainnya yang meninggal setelah kepulangan adalah Abdul Kirom, anggota kloter 56 asal Desa Terungkulon, Kecamatan Krian. Abdul Kirom mengembuskan napas terakhir pada Minggu (21/6), beberapa hari setelah tiba di Indonesia.
Baca Juga: Wamenhaj Tinjau Makkah Route di Bandara Juanda Sidoarjo, Soroti Pelaksanaan DAM Jemaah Haji
Eliana menjelaskan, sebelum meninggal dunia, kondisi Abdul Kirom masih sehat dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun, saat selesai melaksanakan salat Jumat, ia tiba-tiba pingsan. Setelah menjalani pemeriksaan medis, diketahui mengalami pecah pembuluh darah di otak.
“Pak Abdul Kirom sebenarnya dalam kondisi sehat. Setelah Jumatan beliau tiba-tiba jatuh pingsan, dan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pecah pembuluh darah otak,” jelasnya.
Baca Juga: Kekuatan Salawat dan Tabungan Kresek, Kisah Tukang Bubur Asal Sidoarjo yang Naik Haji
Sementara itu, Edi Sucipto sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji setelah tiba di Indonesia. Menurut Eliana, kondisi yang dialaminya lebih disebabkan dehidrasi dan malnutrisi, tanpa adanya riwayat penyakit berat.
“Pak Edi Sucipto memang sempat dirawat di Rumah Sakit Haji. Sakitnya karena dehidrasi dan malnutrisi, tidak ada riwayat penyakit berat,” katanya.
Baca Juga: Kekuatan Salawat dan Tabungan Kresek, Kisah Tukang Bubur Asal Sidoarjo yang Naik Haji
Selain dua jemaah yang wafat setelah kembali ke Indonesia, seorang jemaah haji Sidoarjo bernama Tarni Talikah Kastamun, 66, anggota kloter 55, meninggal dunia di Makkah pada 15 Mei 2026.
Sebelum meninggal, Tarni sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan saat berada di Madinah dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Setelah kondisinya membaik, almarhumah kembali ke hotel dengan pemantauan dari tim kesehatan.
Berdasarkan riwayat obat yang dibawa dari Indonesia, Tarni diketahui memiliki indikasi gangguan jantung yang diduga turut memengaruhi kondisi kesehatannya selama menjalankan ibadah haji.
Terkait hak santunan asuransi bagi jemaah yang meninggal dunia, Eliana menjelaskan proses pengurusan dilakukan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama PPIH pusat.
“Untuk proses asuransi langsung ditangani oleh PPIH Arab Saudi dan PPIH pusat. Kemenhaj kabupaten maupun wilayah tidak terlibat dalam proses tersebut,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista